Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Krisis Air Bersih di Padang: Penjualan Air Galon Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Pasca Layanan PDAM Terhenti

Fadli Zikri • Minggu, 30 November 2025 | 21:07 WIB

Penjualan air galon di Padang melonjak tajam setelah layanan PDAM terhenti akibat banjir. Warga antre memenuhi kebutuhan air bersih harian, Minggu (30/11/2025).
Penjualan air galon di Padang melonjak tajam setelah layanan PDAM terhenti akibat banjir. Warga antre memenuhi kebutuhan air bersih harian, Minggu (30/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kebutuhan air bersih warga Kota Padang meningkat tajam setelah layanan Perumda Air Minum Padang terhenti akibat banjir bandang yang melanda kota sejak Kamis (27/11/2025).

Kondisi ini memicu lonjakan penjualan air galon di sejumlah depot pengisian ulang.

Pantauan di beberapa depot di kawasan Jalan Adinegoro menunjukkan warga mengantre sambil membawa satu hingga empat galon, bahkan lebih. Air galon dipilih untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti mandi, memasak, dan konsumsi.

Pemilik Depot Ikhlas, Hendrizal (62), menyampaikan penjualannya meningkat signifikan sejak layanan PDAM terhenti. Biasanya ia menjual 70–80 galon per hari, namun kini bisa mencapai sekitar 190 galon dalam satu hari.

“Biasanya pasokan air tahan dua hari. Sekarang belum satu hari sudah habis,” kata Hendrizal, Minggu (30/11/2025).

Ia juga menyebut beberapa warga membeli hingga sepuluh galon sekaligus untuk kebutuhan rumah tangga.

Kondisi serupa terjadi di Depot Fahri. Karyawan, Tri Ananda Kevin (21), mengatakan permintaan meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.

Sebelum banjir, depot menjual sekitar 70 galon per hari, namun kini dalam setengah hari bisa laku hingga 200 galon.

“Warga sering antre. Tadi buka jam delapan pagi, sekarang jam dua siang galon sudah habis,” ujar Tri. Ia menambahkan, pasokan air dari Solok juga terhambat akibat kemacetan di Sitinjau Lauik.

Meskipun permintaan meningkat tajam, harga air galon di depot tetap stabil di angka Rp7.000 per galon untuk pengantaran dan Rp6.000 jika diambil langsung.

Situasi ini membuat warga mengandalkan depot sebagai sumber utama air bersih sementara waktu, hingga layanan PDAM kembali beroperasi. (CR6)

Editor : Hendra Efison
#Perumda Air Minum Padang #banjir padang #krisis air bersih #Air galon Padang