Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sejak Sabtu (30/11), harga cabai kembali normal setelah akses jalan yang menghubungkan daerah pemasok dengan Kota Padang berhasil dibuka kembali.
Jalur utama dari sentra produksi seperti Alahanpanjang menuju Padang sempat terputus total, membuat pasokan cabai terhenti dan mendorong kenaikan harga hingga tiga kali lipat.
“Puncak kenaikan harga hanya terjadi saat banjir bandang pada Kamis (28/11) dan Jumat (29/11) lalu,” ujar Danil, 30, pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Selasa (2/12).
Menurut Danil, pada masa krisis itu harga cabai merah bahkan sempat menembus Rp120 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal. Situasi tersebut membuat pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan pembeli, sementara masyarakat terpaksa menahan konsumsi akibat kenaikan yang drastis.
“Hal tersebut terjadi karena pasokan sulit disebabkan akses jalan yang putus total,” tambahnya, menegaskan betapa vitalnya peran infrastruktur transportasi dalam menjaga stabilitas harga.
Namun kondisi itu tidak berlangsung lama. Setelah jalan dari Alahanpanjang kembali dapat dilalui, harga cabai mulai turun dan stabil sejak Sabtu. Penurunan ini disambut baik masyarakat karena daya beli kembali meningkat.
Berdasarkan data terbaru, harga cabai Jawa kini berada pada kisaran Rp75 ribu per kilogram, cabai darek Rp70 ribu per kilogram, dan cabai hijau stabil di angka Rp40 ribu per kilogram. Normalisasi harga terjadi berkat kelancaran distribusi yang kembali pulih.
Meski demikian, berbanding terbalik dengan cabai, harga bawang merah di Pasar Raya Padang masih menunjukkan tren kenaikan. Walaupun tidak setajam cabai saat bencana, komoditas ini tetap mengalami kenaikan bertahap yang dipicu oleh meningkatnya permintaan serta kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.
“Saat ini harga bawang merah masih cenderung naik, namun kenaikannya tidak begitu besar. Sebelum musim hujan, kisaran harga bawang lebih murah Rp2 ribu rupiah dari harga sekarang,” kata Dani, 41, pedagang bawang di Pasar Raya Padang.
Harga bawang merah bervariasi berdasarkan ukuran dan kualitas. Saat ini, bawang ukuran ampera dijual Rp30 ribu per kilogram, ukuran menengah kasar (mks) Rp36 ribu per kilogram, dan ukuran super jumbo (spj) mencapai Rp40 ribu per kilogram.
Dani menambahkan bahwa pasokan bawang berasal dari Alahanpanjang, tetapi permintaan tidak hanya datang dari Sumatera Barat, melainkan juga dari Pulau Jawa. Kondisi ini menyebabkan permintaan tinggi sementara ketersediaan stok terbatas, sehingga mendorong kecenderungan kenaikan harga. “Permintaan banyak namun stok tidak begitu banyak, oleh sebab itu harga akan cenderung naik,” ujarnya.
Pada Jumat (29/11) lalu, harga bawang juga sempat melonjak akibat akses yang terhambat, namun kini sudah kembali stabil meski sedikit lebih tinggi dari harga sebelum musim hujan. (cr3)
Editor : Adetio Purtama