Bantuan berupa 1,4 ton beras dan 140 karton mi instan itu diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar, Sabtu (6/12/2025).
Penyerahan berlangsung di Markas PMI Sumbar oleh Koordinator Daerah IAPI Sumbar Indra Suheri, Sekretaris Efnita Syafnia, dan Bendahara Lilly Gunawan.
Bantuan diterima Sekretaris PMI Sumbar, Refdiamond, didampingi Kabid Humas PMI Sumbar, Eko YE.
Indra Suheri menjelaskan bahwa bantuan berasal dari penggalangan dana anggota IAPI Pusat dan sumbangan organisasi.
Dana tersebut disalurkan ke tiga wilayah terdampak, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Pengadaan bantuan dikelola oleh IAPI Pusat, kemudian disalurkan ke koordinator daerah terdampak,” kata Indra.
Total bantuan yang diberikan senilai sekitar Rp40 juta, terdiri dari 140 karung beras masing-masing 10 kilogram serta 140 dus mi instan.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi profesi tersebut terhadap masyarakat yang mengalami bencana.
Sementara Eko YE menyampaikan apresiasi atas dukungan logistik dari IAPI. Ia memastikan bantuan akan disalurkan melalui PMI kabupaten/kota berdasarkan asesmen kebutuhan di lapangan.
“Kami menyalurkan sesuai titik terdampak paling parah. Nama dan alamat penerima akan diinput sesuai SOP,” kata Eko.
Ia menambahkan, selain kebutuhan pangan, para pengungsi kini juga membutuhkan peralatan dapur dan sarana air bersih.
Baca Juga: Di Ambang Bahaya Longsor, 28 KK Bukittinggi Tetap Tinggal di Bibir Ngarai
Banyak warga yang menerima sembako namun tidak memiliki alat memasak akibat seluruh peralatan rusak tersapu banjir.
Menanggapi hal itu, Indra menyatakan bahwa penggalangan dana IAPI masih berlangsung dan memungkinkan untuk dialokasikan dalam bentuk bantuan peralatan dapur sesuai kebutuhan.
“Kami berharap penyaluran melalui PMI tepat sasaran karena PMI memiliki jaringan distribusi yang kuat,” ujarnya.
PMI Sumbar menyampaikan bahwa bantuan dari IAPI akan mulai disalurkan pada Minggu (7/12/2025). PMI juga masih membuka ruang bagi masyarakat maupun lembaga yang ingin menyalurkan bantuan tambahan.(*)
Editor : Hendra Efison