Lurah Koto Lalang, Irsyad Hardani, menyampaikan bahwa masyarakat berhasil mengumpulkan 32 bal pakaian bekas layak pakai, 72 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, mie instan, telur, serta 10 dus air mineral. Bantuan disalurkan langsung bersama Forum Nagari, Karang Taruna, Ketua LPM Koto Lalang Basrul, dan perwakilan masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami serahkan kepada warga Batu Busuk yang membutuhkan,” kata Irsyad.
Ia menambahkan bahwa aksi ini sepenuhnya digerakkan masyarakat secara swadaya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga terdampak banjir bandang. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan kuatnya empati sosial di Koto Lalang.
Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana Sardi, mengatakan warga dari berbagai kalangan datang ke posko donasi membawa pakaian layak pakai, uang tunai, dan sembako. Donasi uang kemudian dibelikan kebutuhan pokok agar penyaluran lebih merata.
Menurut Maulana, warga terdorong membantu karena melihat besarnya dampak banjir bandang yang merusak rumah penduduk dan memaksa sebagian besar warga mengungsi. “Saat penyaluran, masih banyak warga berada di tempat pengungsian,” ujarnya.
Bantuan tersebut disambut haru oleh warga Batu Busuk. Salah seorang warga, Riri, mengatakan bantuan sangat membantu kebutuhan dasar mereka selama masa darurat.
Hal serupa disampaikan oleh warga lainnya, Tin Murni, yang menyebut kebutuhan masyarakat masih banyak karena banyak warga kehilangan rumah dan harta benda.
Lurah Lambung Bukit, Andi Defrian, menyampaikan apresiasi atas solidaritas warga Koto Lalang. Ia menyebutkan, total terdapat 65 rumah terdampak banjir bandang di Batu Busuk, dengan 22 rumah mengalami rusak berat. Sebagian besar warga yang rumahnya rusak masih mengungsi.
Aksi gotong royong warga Koto Lalang dinilai membantu mempercepat pemulihan dan meringankan beban warga Batu Busuk yang terdampak bencana.(*)
Editor : Hendra Efison