Apel bersama sebelum aksi gotong-royong dipimpin Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Menurutnya, Kelurahan Gurun Laweh termasuk salah satu wilayah terdampak terparah.
Meski alat berat telah dikerahkan, volume lumpur yang menumpuk di rumah dan halaman warga cukup besar sehingga proses pembersihan memerlukan waktu lebih lama.
“Bencana hidrometeorologi di Kota Padang menyebabkan sekitar 30 ribu jiwa terdampak,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk Irigasi Gunung Nago dan Irigasi Koto Tuo, yang berdampak pada lebih dari 3.000 hektare lahan. Fasilitas pendidikan seperti SMAN 12 Padang juga tidak luput dari kerusakan.
Sejak 25 November 2025, Wali Kota Padang telah menetapkan masa tanggap darurat. Seluruh ASN diminta bergerak aktif dalam penanganan bencana, baik untuk membantu pembersihan maupun mendukung pemulihan fasilitas publik.
“Kita mengetuk hati siapapun agar turut merasakan apa yang dirasakan korban, sehingga tumbuh motivasi dan semangat untuk membantu,” tambah Maigus.(*)
Editor : Heri Sugiarto