Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Ikan Asin di Padang Naik hingga Rp20 Ribu per Kilo, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Fadli Zikri • Rabu, 10 Desember 2025 | 10:48 WIB

Salah seorang pedagang ikan asin di Pasar Lubukbuaya sedang menunggu pembeli di lapaknya, kemarin.
Salah seorang pedagang ikan asin di Pasar Lubukbuaya sedang menunggu pembeli di lapaknya, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga ikan kering atau ikan asin di Kota Padang mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dikeluhkan para pedagang karena turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres pada Selasa (9/12) di Pasar Lubukbuaya, kenaikan harga ikan asin bervariasi antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitas ikan. Kenaikan tersebut memaksa pedagang menyesuaikan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan.

Salah seorang pedagang ikan asin, Rizal, 54, mengatakan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim ikan di laut. Saat ini, beberapa jenis ikan asin dijual dengan harga Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp 80 ribu per kilogram.

“Tergantung cuaca, kalau cuaca badai ikannya mahal sendiri. Kalau cuaca bagus, ikan banyak dan harga murah. Ikan asin belah sekarang naik Rp 10 ribu, jualannya jadi Rp 90 sampai Rp 100 ribu per kilo, tergantung kualitasnya,” ujar Rizal saat ditemui di lapaknya.

Ia menyebutkan, sejumlah jenis ikan asin yang mengalami kenaikan signifikan di antaranya ikan asin tenggiri, peda, sepat, cucu, layang, serta berbagai jenis ikan asin belah lainnya.

Menurut Rizal, cuaca yang tidak menentu dalam beberapa minggu terakhir, khususnya di wilayah Sumatera Barat, menyebabkan banyak nelayan tidak melaut. Kondisi laut yang kurang bersahabat membuat pasokan ikan dari nelayan berkurang, sehingga harga di tingkat pengepul ikut naik.

“Sekarang musim badai, jadi banyak nelayan tidak pergi melaut. Stok ikan berkurang, otomatis harga naik. Tapi kalau cuaca sudah normal, biasanya harga akan turun sendiri,” katanya.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada penurunan jumlah pembeli. Rizal mengungkapkan, konsumen kini lebih berhati-hati dalam berbelanja dan hanya membeli ikan asin dalam jumlah kecil.

“Daya beli memang menurun. Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling beli seperempat atau per ons. Bahkan banyak yang beralih ke ikan teri karena harganya masih normal,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh pedagang lainnya, Radit Hafizi, 20. Ia membenarkan adanya kenaikan harga pada beberapa jenis ikan asin, meskipun ada juga yang masih stabil, seperti ikan teri.

“Kenaikan ini karena bahan baku ikannya langka. Perubahan musim membuat hasil tangkapan nelayan menurun. Kalau ikan ditangkap terus sementara cuaca tidak mendukung, ikannya jadi sedikit, otomatis harga naik,” ujarnya.

Radit juga menyebutkan bahwa penurunan pembeli terjadi bersamaan dengan naiknya sejumlah kebutuhan pokok lainnya, seperti cabai. Selain itu, pasokan ikan asin yang tidak stabil dari beberapa daerah turut menyulitkan pedagang dalam menjaga harga tetap rendah.

“Pembeli sekarang memang sedikit berkurang, apalagi naiknya barengan dengan harga cabai. Pasokan juga kadang tidak menentu, beberapa jenis ikan asin harus diambil dari luar daerah, jadi kami tak bisa pasang harga murah,” tutup Radit. (cr6)

Editor : Adetio Purtama
#Pasar Lubukbuaya #SEPI PEMBELI #harga naik #pedagang #padang #ikan asin