Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementerian Kehutanan Kerahkan Mangala Agni Bersihkan Sedimen Banjir di Nanggalo Padang

Suyudi Adri Pratama • Rabu, 10 Desember 2025 | 11:06 WIB

Puluhan personel Mangala Agni Kemenhut dikerahkan untuk membersihkan sedimen pascabanjir di kawasan Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Bandang Gadang, Kecamatan Nanggalo, Selasa (9/12).
Puluhan personel Mangala Agni Kemenhut dikerahkan untuk membersihkan sedimen pascabanjir di kawasan Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Bandang Gadang, Kecamatan Nanggalo, Selasa (9/12).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Mangala Agni dari Provinsi Riau dan Jambi untuk membantu pembersihan sisa-sisa sedimen banjir di kawasan permukiman warga di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Bandang Gadang, Kecamatan Nanggalo, Selasa (9/12).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, bersama jajaran turun langsung meninjau lokasi terdampak.

Ia menyampaikan saat ini sebanyak empat regu tim Mangala Agni tengah berjibaku melakukan pembersihan sedimen yang menutupi jalan dan rumah warga.

Thomas menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ke-10 personel Mangala Agni melaksanakan operasi kemanusiaan di Komplek Griya Permata II. Operasi ini difokuskan pada pembersihan material pasir, lumpur, serta pembenahan infrastruktur permukiman warga yang terdampak banjir dan longsor.

Ia menyebutkan bahwa kawasan tersebut berada di dekat aliran Batang Kuranji, yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji dengan luas sekitar 21 ribu hektare dan panjang mencapai 24 kilometer.

“Kita sekarang meninjau kawasan ini sebagai kawasan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kita perhatikan di sini ada lima rumah yang hanyut akibat banjir dan longsor, serta sekitar 166 kepala keluarga yang terdampak. Oleh karena itu, berdasarkan arahan pimpinan, kita melaksanakan operasi kemanusiaan dalam bentuk penyaluran bahan makanan serta pengerahan 60 orang personel Mangala Agni untuk melakukan pembersihan infrastruktur jalan dari pasir dan lumpur yang ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa,” kata Thomas.

Ia juga mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi telah menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi sungai. Lebar sungai yang semula lebih sempit kini melebar hingga sekitar 30 meter sampai 50 meter.

“Selain itu, akibat bencana ini aliran sungai juga berubah dari yang tadinya lurus sekarang menjadi berkelok. Di sana juga terdapat sebagian tumpukan-tumpukan kayu yang berasal dari hulu sungai,” ujarnya.

Thomas menambahkan, seluruh personel yang diterjunkan akan bekerja sesuai dengan masa tanggap darurat yang saat ini masih berlangsung. Dalam upaya penanganan bencana ini, pihaknya juga melibatkan seluruh unsur terkait sebagai bentuk kerja bersama lintas sektor.

Ia menegaskan bahwa upaya penanganan tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat. Ke depan, pemerintah juga telah menyiapkan langkah rehabilitasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

“Ke depan juga akan ada upaya rehabilitasi pascabencana. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melalui pembangunan kolam retensi atau embung sebagai upaya penampungan air,” jelasnya.

Selain pembangunan kolam retensi, pihaknya juga akan melakukan pembangunan pembatas sedimen untuk mengendalikan material yang terbawa aliran sungai saat hujan deras. Upaya lainnya adalah melalui kegiatan rehabilitasi vegetasi dengan penanaman kembali jenis-jenis pepohonan tertentu.

“Kemudian kita juga melakukan penanaman jenis-jenis pepohonan yang memiliki faktor akar yang mampu menahan atau mencegah kompaksi dari tanah,” tutup Thomas. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#nanggalo #Sedimen #kementerian kehutanan #Mangala Agni #banjir #padang