Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sidokkes Polresta Padang Layani 300 Warga Terdampak Banjir, ISPA dan Penyakit Kulit Dominan

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:36 WIB

Personel Polresta Padang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga, kemarin.
Personel Polresta Padang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang akhirnya menempati rumah khusus (Rusus) yang disediakan pemerintah di Kampung Nelayan, Kecamatan Kototangah.

Pemindahan para korban ke hunian sementara tersebut berlangsung sejak Rabu (10/12). Sejak hari pertama kedatangan, mereka langsung mendapatkan pendampingan kesehatan dari tenaga medis Puskesmas Lubukbuaya.

Kepala Puskesmas Lubukbuaya, drg Alfera Angriani, menyampaikan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi Rusus untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh keluarga yang masuk ke tempat hunian tersebut.

“Iya, begitu warga masuk Rusus, kami langsung datang untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh keluarga," ujarnya, Jumat (12/12).

Sebanyak 80 unit rumah yang ada di kompleks Rusus kini dihuni oleh keluarga yang berasal dari tiga kecamatan terdampak, yaitu Kototangah, Pauh, dan Kuranji.

Sebelum menempati hunian tersebut, mereka telah mendapatkan pelayanan kesehatan di dapur umum maupun Puskesmas masing-masing wilayah. Namun pihak kesehatan tetap melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi seluruh keluarga benar-benar aman.

“Meski telah mendapatkan pelayanan kesehatan sebelumnya di pengungsian, akan tetapi kami tetap melakukan pemantauan kondisi kesehatan keluarga setelah sampai di Rusus,” jelas drg Alfera.

Menurutnya, perpindahan lingkungan serta kondisi pascabencana berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan baru sehingga pemantauan harus dilakukan intensif.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Puskesmas Lubukbuaya membuka posko pelayanan kesehatan tepat di depan kawasan Rusus.

Tenaga medis disiagakan setiap hari. Pada hari pertama, posko beroperasi dari pagi hingga sore, sementara pada hari kedua dan ketiga pelayanan dibuka mulai pukul empat sore hingga malam. Petugas medis melakukan pemeriksaan tanpa terkecuali bagi seluruh keluarga.

Dari pemeriksaan awal, drg Alfera menyebutkan bahwa kondisi seluruh warga dalam keadaan baik. Meski begitu, terdapat beberapa warga yang mengalami keluhan ringan berupa sakit kulit, demam, dan batuk.

“Tapi kondisinya tidak parah,” tegasnya. Seluruh warga yang mengalami keluhan langsung mendapatkan obat sesuai dengan sakit yang diderita.

Pihak Puskesmas memastikan akan terus mengawal kondisi kesehatan penghuni Rusus selama masa pemulihan. Jika membutuhkan rujukan, tenaga medis akan langsung datang menemui pasien di tempat hunian untuk kemudian memberikan surat rujukan ke rumah sakit.

“Kalau pada kondisi sekarang kita tidak membedakan pasien, ada atau tidak BPJS-nya akan tetap kami layani semua,” tambah drg Alfera.

Selain layanan medis, Puskesmas Lubukbuaya juga memberikan tambahan asupan gizi berupa makanan bernutrisi seperti biskuit khusus kesehatan. Bantuan ini diberikan secara cuma-cuma untuk menjaga ketahanan tubuh warga, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.

Sementara itu, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir juga dilakukan oleh Polresta Padang melalui Sidokkes. Hingga Kamis (12/12), tercatat sebanyak 300 warga telah menerima layanan kesehatan gratis di Posko Lapai Polresta Padang, yang menjadi salah satu titik utama penanganan kesehatan pascabencana.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo menyebutkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir menjadi perhatian serius kepolisian.

Banyak warga, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil, mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta penyakit kulit akibat terpapar air banjir selama beberapa hari.

“Banyak warga mengalami ISPA dan iritasi kulit. Karena itu, Sidokkes Polresta Padang terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak di Posko Lapai,” ujar Kapolresta.

Selain pengobatan, petugas Sidokkes juga melakukan pemeriksaan rutin dan memberikan obat-obatan dasar untuk mencegah peningkatan kasus penyakit pascabencana.

Koordinasi antara Polresta Padang, Polda Sumbar, serta instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal, mulai dari pelayanan kesehatan, evakuasi, hingga distribusi bantuan.

“Kegiatan bakti kesehatan ini akan terus kami lanjutkan setiap hari selama masa tanggap darurat,” tegas Apri Wibowo. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#warga terdampak banjir #penyakit kulit #ispa #Sidokkes Polresta Padang