Sejak hari pertama menempati rumah khusus (Rusus), seluruh keluarga mendapatkan pendampingan kesehatan dari Puskesmas Lubuk Buaya. Layanan dilakukan langsung di lokasi hunian.
“Iya, begitu warga masuk Rusus pada Rabu lalu, kami langsung datang untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh keluarga,” kata Kepala Puskesmas Lubuk Buaya, drg. Alfera Angriani, Sabtu (13/12/2025).
Sebanyak 80 unit rumah dihuni keluarga korban banjir dari tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Pauh, dan Kuranji. Sebelumnya, mereka sempat mendapat layanan kesehatan di posko pengungsian dan puskesmas setempat.
“Meski sudah mendapat pelayanan kesehatan di pengungsian, kami tetap memantau kondisi kesehatan warga setelah menempati Huntara,” ujar Alfera.
Puskesmas Lubuk Buaya membuka posko kesehatan di depan lokasi Huntara. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, dengan layanan penuh pada hari pertama dan dilanjutkan sore hari pada hari berikutnya.
Alfera menyebut kondisi kesehatan penghuni Huntara secara umum baik. Beberapa warga mengalami keluhan ringan seperti penyakit kulit, demam, dan batuk.
“Namun kondisinya tidak parah dan sudah ditangani dengan pemberian obat,” jelasnya.
Puskesmas memastikan seluruh warga tetap dilayani tanpa melihat kepemilikan BPJS. Selain layanan kesehatan, warga juga mendapat tambahan asupan makanan bergizi.
Salah satu penghuni Huntara, Mak Wet, mengaku bersyukur bisa menempati rumah sementara setelah rumahnya di Lubuk Minturun hanyut diterjang banjir bandang 28 November 2025.
“Rumah kami hanyut dibawa banjir, tak ada yang bersisa,” kata Mak Wet saat ditemui, Jumat (12/12/2025).
Hunian yang ditempati Mak Wet dilengkapi dua kamar tidur, perabot rumah tangga, dapur, serta akses air bersih. Seluruh unit Huntara memiliki fasilitas serupa.
Kepala UPTD Rusunawa dan Rusus Kota Padang, Angga Liberdo, mengatakan hingga hari kedua pembukaan Huntara, 79 dari 80 unit telah terisi.
“Pada hari pertama, 30 KK dari Koto Tangah masuk. Hari kedua disusul 38 KK dari Pauh dan 11 KK dari Kuranji,” ujarnya.
Angga menambahkan, rumah khusus tersebut telah dipersiapkan jauh hari sebagai hunian sementara bagi korban bencana. Pemerintah Kota Padang juga berencana menyiapkan Huntara tambahan di lokasi lain.
Pemko Padang menetapkan Rusus Kampung Nelayan sebagai Huntara atas arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk memastikan korban banjir bandang memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan.(*)
Editor : Hendra Efison