Masuknya material ini menandai dimulainya tahap konstruksi Huntara yang disiapkan untuk warga di zona rawan bencana.
Sebelumnya, Pemko Padang telah menetapkan sejumlah lokasi untuk relokasi sementara maupun pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko korban akibat potensi bencana susulan di wilayah rawan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan sebagian lokasi Huntara yang telah disiapkan pemerintah sudah mulai ditempati warga. Di Kecamatan Kototangah, sebanyak 80 unit Huntara telah terisi, sementara fasilitas Rusunawa masih tersedia bagi masyarakat yang akan direlokasi.
”Untuk Huntara di Kototangah, sudah terisi 80 unit rumah. Masih tersedia Rusunawa bagi masyarakat yang akan direlokasi. Dan Alhamdulillah, saat ini material pembangunan Huntara di Simpangharu juga mulai masuk dari BNPB,” terang Fadly Amran.
Seiring masuknya material pembangunan tersebut, Fadly Amran kembali mengimbau warga yang masih bermukim di kawasan terdampak banjir, longsor, dan wilayah rawan bencana susulan agar segera melakukan evakuasi atau relokasi sementara ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
”Sekali lagi kita imbau untuk merelokasi diri dulu sementara, karena pemerintah sudah menyiapkan tempat relokasinya,” tambah Fadly Amran.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan sejumlah material utama pembangunan Huntara di Simpangharu telah tiba di lokasi.
”Untuk material seperti semen sudah masuk, ditambah dengan berbagai peralatan kerja yang akan digunakan dalam proses pembangunan Huntara,” pungkas Hendri Zulviton. (*)
Editor : Adetio Purtama