Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB menunjukkan kepadatan pengunjung menyebabkan area parkir meluber hingga ke badan jalan.
Kondisi tersebut memicu kemacetan, terutama di sekitar persimpangan Jalan Jhoni Anwar.
Mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah, dengan kendaraan berpelat nomor Riau, Jambi, hingga Pulau Jawa.
Salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Hermawan (52), mengaku sengaja datang bersama keluarga besar untuk menikmati kuliner khas Padang.
“Saya bersama keluarga dari Pekanbaru memang sengaja ke Padang. Rasanya belum lengkap kalau ke sini tidak makan di Lamun Ombak, meskipun harus antre lama,” ujar Hermawan.
Meski kondisi ramai dan parkir terbatas, Hermawan menilai pelayanan rumah makan tetap berjalan cepat dan terorganisir.
“Walaupun sangat padat, pelayanannya tetap cepat. Masakannya segar dan suasananya cocok untuk makan bersama keluarga besar,” katanya.
Wisatawan asal Jakarta, Ari (29), juga mengaku sengaja mengunjungi RM Lamun Ombak karena popularitasnya yang sudah dikenal luas di luar Sumatera Barat.
“Saya dari Jakarta, baru pertama kali ke sini bersama keluarga. Lamun Ombak sudah terkenal, jadi saya ingin mencoba langsung kuliner Padang di tempat asalnya,” ucap Ari.
Ari menyebut menu Ayam Pop menjadi pilihannya karena cita rasa khas yang dinilai berbeda dibandingkan rumah makan Padang di daerah lain.
“Rasanya gurih, teksturnya lembut, dan memang berbeda. Ayam Pop di sini menurut saya sangat khas,” katanya.
Tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru ini menunjukkan sektor kuliner masih menjadi daya tarik utama pariwisata Kota Padang.
Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan kuliner selama masa liburan berlangsung. (CR3)
Editor : Hendra Efison