Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen, dan diserahkan kepada warga di wilayah terdampak.
Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula.
Selain itu, KAI juga menyalurkan perlengkapan ibadah berupa Al-Qur’an, mukena, dan sarung.
KAI Divre II Sumbar turut menyediakan bantuan sarana air bersih, meliputi toren air, tower toren, serta pengisian ulang air bersih sebanyak 8.000 liter. Bantuan juga mencakup nasi bungkus dengan total nilai Rp92.870.000.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
“Penyaluran bantuan ini dilakukan dengan melihat kebutuhan aktual masyarakat. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, total bantuan yang telah disalurkan KAI Divre II Sumbar mencapai Rp257.216.267 dan diberikan dalam empat tahap.
Tahap pertama dilakukan pada 27 November 2025 berupa sembako, sarung, selimut, dan terpal.
Tahap kedua mencakup sembako, selimut, terpal, air mineral, family kits, tikar, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyediaan kantong jenazah yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Sumatera Barat.
Tahap ketiga berupa penyerahan sembako kepada BPBD Sumatera Barat, sementara tahap keempat disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Nanggalo dan Batu Busuk.
Selain bantuan material, KAI Divre II Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mendukung pemulihan pascabencana.
“Kami berharap rangkaian bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan dan memperkuat solidaritas di wilayah terdampak banjir,” kata Reza.(*)
Editor : Hendra Efison