Beberapa lokasi yang sebelumnya terdampak banjir bandang akhir November lalu kembali mengalami luapan air. Perumahan Tabiang Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo kebanjiran setinggi pinggang orang dewasa dan dua warga dievakuasi.
Peningkatan volume air yang cepat memaksa warga segera mengamankan barang berharga mereka.
Kondisi ini menimbulkan risiko bagi keselamatan warga yang berada di sekitar aliran sungai. Ketua Posko Talang Mandiri sekaligus Ketua Karang Taruna, M. Ilham, meminta warga meninggalkan lokasi berisiko tinggi. "Warga diimbau untuk evakuasi ke tempat yang aman," kata Ilham.
Sementara itu, Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, mengimbau warganya untuk menjauhi bantaran sungai karena arus Batang Kuranji cukup besar.
"Diimbau kepada seluruh warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai agar menghindari atau menjauh dari aliran sungai karena cuaca dan kondisi hulu sungai saat ini hujan lebat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terima kasih," ujar Amrizal.
Peringatan Dini dari BPBD dan BMKG
Sebelumnya, Pusdalops-PB BPBD Kota Padang mengeluarkan peringatan dini pada pukul 15.52 WIB. Peringatan menekankan kenaikan level air signifikan di beberapa aliran sungai utama.
"Dilaporkan dan diberitahukan kepada masyarakat yang berada di seputaran aliran Batang Kuranji dan Sungai Lubuk Minturun diharapkan siaga karena level air sangat signifikan untuk debit naik dan aliran cukup deras," imbau BPBD.
Hingga kini, personel BPBD Kota Padang bersama relawan dan unsur pemerintah terus memantau titik-titik rawan banjir.
BMKG Sumatera Barat juga mengeluarkan peringatan dini terkait hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
"Mohon untuk meningkatkan kewaspadaan saat ini hujan sedang hingga lebat merata di sebagian wilayah Sumbar dari tadi siang hingga jam 19.30 WIB," kata Desindra.(*)
Editor : Heri Sugiarto