Pertemuan ini membahas percepatan penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir November lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly menyampaikan urgensi langkah cepat dan terkoordinasi, khususnya untuk penanganan infrastruktur di daerah aliran sungai dan sumber air baku yang terdampak.
“Penanganan pascabencana ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap dukungan BWS Sumatera V untuk percepatan, terutama pada titik-titik kritis yang rawan menimbulkan bencana banjir bandang susulan,” ujar Fadly Amran.
Sementara itu, Naryo Widodo menyatakan komitmen penuh BWS Sumatera V dalam percepatan penanganan pascabencana di Padang. Beberapa lokasi prioritas telah dipetakan, antara lain Batang Kuranji, Air Dingin, serta kawasan terdampak banjir bandang di Batu Busuak hingga Nanggalo.
“Penanganan meliputi rehabilitasi dan pengamanan infrastruktur sungai, serta perbaikan intake air baku melalui skema tanggap darurat dan program rehab-rekon,” terang Naryo.
Ia menambahkan, sesuai arahan pemerintah pusat, penanganan darurat ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Kegiatan yang telah memiliki perencanaan teknis akan segera diusulkan untuk pelaksanaan, sedangkan kegiatan lainnya akan masuk dalam tahap perencanaan tahun anggaran 2026.
Lahan Butuh Dukungan Masyarakat dan Pemko
Naryo juga mengungkapkan pentingnya dukungan Pemko Padang dan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai. Hal ini dinilai krusial untuk kelancaran pekerjaan di lapangan.
“Penanganan bencana ini bersifat mendesak. Untuk itu, diperlukan dukungan dan pemahaman masyarakat terkait status lahan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto