Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pendangkalan Sungai Nanggalo Bisa Picu Banjir Susulan, Camat: Kita Sudah Minta Penanganan Sejak Mei 2025

Randi Zulfahli • Senin, 5 Januari 2026 | 12:54 WIB

Pendangkalan sungai pascabanjir bandang di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Padang.(Foto: Amrizal)
Pendangkalan sungai pascabanjir bandang di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Padang.(Foto: Amrizal)
PADEK.JAWAPOS.COM-Sejumlah wilayah di Kota Padang menghadapi ancaman banjir susulan akibat pendangkalan sungai pascabencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah pada akhir November 2025 dan awal Januari 2026.

Pengerukan material banjir menjadi prioritas utama yang mendesak dilakukan untuk mencegah risiko bencana.

Salah satu kecamatan terdampak adalah Nanggalo. Banjir merendam banyak rumah warga di Kelurahan Surau Gadang, Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, dan Kampung Lapai.

Material banjir yang menumpuk di dasar sungai menyebabkan pendangkalan ekstrem, sehingga debit air cepat meningkat saat hujan deras di hulu.

Camat Nanggalo Ungkap Kondisi Sungai yang Mengkhawatirkan

Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, mengungkapkan bahwa kondisi kawasan sungai di wilayahnya sangat mengkhawatirkan. “Banyak juga tebing sungai yang telah runtuh. Ketika hujan deras di hulu, debit air meningkat cepat, sehingga risiko banjir susulan tetap tinggi,” ujarnya.

Amrizal menjelaskan, pihaknya sejak 7 Mei 2025 telah mengirim surat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan penanganan atau normalisasi untuk cegah banjir merendam rumah warga.

“Jauh sebelum terjadi banjir bandang akhir November 2025, kami sudah menyurati BWS Kementerian Pekerjaan Umum untuk normalisasi sungai setelah menerima pengaduan masyarakat dan laporan Lurah Tabing Banda Gadang, serta meninjau langsung kondisi lapangan,” jelas Amrizal.

Upaya Pemerintah Kota Padang Mengantisipasi Banjir Susulan

Informasi terkait pendangkalan sungai juga telah disampaikan kepada pemko. Dalam pertemuan dengan BWS, Wali Kota juga telah mendorong percepatan normalisasi sungai untuk mengantisipasi dampak banjir susulan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

“Tadi pagi saat dihubungi Pak Gubernur, saya juga sudah menyampaikan soal normalisasi sungai ini,” tambah Amrizal.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Padang telah mengimbau warga terdampak di wilayah rawan bencana untuk relokasi sementara ke rusunawa di Koto Tangah.

Wali Kota juga akan menetapkan zona merah di daerah aliran sungai yang masih ditempati warga. “Pak Wali akan merelokasi warga terdampak banjir dari zona merah ke lokasi yang aman. Untuk itu mohon dukungan semua pihak,” kata Amrizal.

Dampak Banjir di Kecamatan Nanggalo

Di Nanggalo, dampak banjir tercatat cukup signifikan. Data yang disampaikan Camat menunjukkan terdapat 16 rumah hanyut, 176 rumah rusak berat, 1.913 rusak sedang, dan 2.057 rusak ringan.

"Percepatan normalisasi sungai dan relokasi warga di zona merah, diharapkan bisa mengurangi risiko di masa mendatang," katanya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Camat Nanggalo #material banjir #mitigasi bencana #pendangkalan sungai #Amrizal Rengganis #banjir Padang 2025