Wamendikdasmen Tinjau SMAN 12 Padang, Sekolah Rusak Berat Diprioritaskan Revitalisasi 2026
Randi Zulfahli• Senin, 5 Januari 2026 | 14:18 WIB
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat di SMAN 12 Padang, memastikan pembelajaran berjalan dan sekolah rusak berat diprioritaskan revitalisasi 2026. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meninjau SMA Negeri 12 Padang, Senin (5/1/2026), untuk memastikan kesiapan pembelajaran pascabanjir bandang dan menegaskan sekolah rusak berat diprioritaskan revitalisasi 2026.
PADEK.JAWAPOS.COM— Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 12 Padang, Sumatera Barat, Senin (5/1/2026).
Atip meninjau dampak banjir bandang dan memastikan kesiapan kegiatan belajar mengajar awal semester genap.
Kunjungan dilakukan di sekolah yang berlokasi di Jalan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, sekaligus menandai hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Atip memulai agenda dengan bertindak sebagai pembina upacara bendera dan menegaskan komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi darurat.
“Kami datang ke Padang untuk melihat dan memastikan kesiapan pembelajaran awal tahun ini. Alhamdulillah, dengan berbagai keterbatasan, proses pembelajaran tetap harus dimulai,” kata Atip Latipulhayat kepada awak media.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Atip, pemerintah telah memetakan tingkat kerusakan sekolah ke dalam tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat.
Sekolah dengan kerusakan ringan telah menyelesaikan proses pembersihan, sementara kerusakan sebagian akan ditangani melalui rehabilitasi.
“Adapun yang rusak berat dan saat ini tidak bisa digunakan lagi, insyaallah akan kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika mengacu pada ketentuan BNPB dan lahan dinyatakan tidak layak, maka opsi relokasi sekolah akan diambil.
Selain infrastruktur, Kemendikdasmen juga memberi perhatian pada pemulihan psikologis siswa melalui layanan trauma healing.
Di Sumatera Barat, kata Atip, terdapat sekitar 50 sekolah yang menjadi fokus utama dalam program revitalisasi pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Atip didampingi Dirjen GTKPG Nunuk Suryani, Dirjen Diksi PKPLK Tatang Muttaqin, Direktur SMK Arie Wibowo, Kepala BBPMP Sumbar Muslihuddin, serta Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi.
Sebagai dukungan operasional, Kemendikdasmen menyerahkan bantuan Rp15 juta masing-masing untuk SD, SMP, dan SMA guna mempercepat pemulihan layanan pendidikan.
Selain itu, bantuan berupa alat tulis, makanan, dan susu kaleng juga disalurkan kepada peserta didik, termasuk siswa taman kanak-kanak.
Agenda ditutup dengan peninjauan ruang kelas yang rusak serta interaksi daring bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang memantau kondisi sekolah terdampak di Aceh dan Sumatera Utara secara serentak.
Atip menegaskan pemerintah akan terus hadir mendampingi sekolah dan peserta didik pascabencana.
“Keterbatasan ini tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik demi masa depan anak bangsa,” ujarnya.(CC1)