Capaian tersebut disampaikan Asisten II Setdako Padang sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Didi Aryadi, Senin (5/1/2026).
“Kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam kurun satu dekade ini, PAD tahun 2025 ini yang tertinggi,” kata Didi.
Berdasarkan data Bapenda Kota Padang, target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp897.692.136.639, dengan realisasi mencapai Rp924.166.475.540 atau 102,95 persen.
Pada tahun 2024, target PAD sebesar Rp706.838.011.882,79, dengan realisasi Rp662.552.174.238,82 atau 93,73 persen.
Tahun 2023, dari target Rp729.911.859.086, PAD terealisasi Rp658.727.572.507,50 atau 90,25 persen.
Realisasi PAD tahun 2022 tercatat Rp612.719.604.868,56 dari target Rp733.347.779.600, atau 83,55 persen.
Pada tahun 2021, PAD Kota Padang hanya terealisasi Rp538.933.660.166,30 dari target Rp808.184.679.649, atau 66,68 persen.
Sementara itu, pada tahun 2020, target PAD sebesar Rp664.266.307.878 terealisasi Rp499.895.722.726,67, atau 75,26 persen.
Di tahun 2019, realisasi PAD mencapai Rp546.108.570.689,61 dari target Rp808.267.778.199,32, atau 67,57 persen.
Sedangkan pada tahun 2018, PAD Kota Padang terealisasi Rp487.937.882.411,61 dari target Rp603.724.395.500, atau 80,82 persen.(*)
Editor : Hendra Efison