Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Padang dan BWS Targetkan Penanganan Darurat Tebing Sungai Rawan Banjir Susulan Rampung 3 Bulan

Heri Sugiarto • Selasa, 6 Januari 2026 | 07:27 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran dan Sestama BNPB Rustian meninjau permukiman terdampak banjir bandang di Tabing Banda Gadang, 5 Januari 2026.(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran dan Sestama BNPB Rustian meninjau permukiman terdampak banjir bandang di Tabing Banda Gadang, 5 Januari 2026.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Sekretaris Utama BNPB Rustian, meninjau permukiman warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), Kecamatan Nanggalo, Senin (5/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk mempercepat relokasi warga dan menilai kondisi tebing sungai yang rawan bencana susulan di tengah cuaca ekstrem.

“Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat bencana susulan. Oleh karena itu, relokasi dan penanganan darurat harus dilakukan secepat mungkin,” tegas Fadly Amran.

Percepatan Relokasi dan Penanganan Darurat

Fadly Amran menjelaskan, Pemko Padang telah menyiapkan sejumlah skema penanganan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Hunian Sementara (Huntara) telah disediakan, sementara Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 500 unit sedang dipersiapkan bagi warga dengan rumah rusak berat atau hanyut.

Selain itu, warga yang memilih relokasi mandiri akan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan hidup warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan.

Penanganan Tebing Sungai dan Dukungan BNPB

Pemko Padang, bersama BNPB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, juga akan melakukan penanganan darurat tebing-tebing sungai untuk mengantisipasi banjir susulan.

Proses tersebut meliputi pemasangan batu bronjong dan pengelolaan sementara Daerah Aliran Sungai (DAS), ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

Setelah itu dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun.

“BNPB siap mendukung sepenuhnya agar penanganan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” kata Rustian.

Fokus Pemulihan Pascabencana

Fadly menegaskan, langkah cepat saat ini penting untuk mencegah bencana susulan akibat kondisi tebing yang labil dan cuaca ekstrem. Pemko Padang berkomitmen menjaga keselamatan warga, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk keamanan lingkungan permukiman.

Dengan dukungan BNPB, masyarakat terdampak di Tabing Banda Gadang dapat segera menempati hunian sementara, sementara proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen terus berjalan secara bertahap.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #tebing rawan bencana susulan #bnpb #pemko padang #Tabing Banda Gadang #relokasi warga #hunian sementara