Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padang Butuh Rp5,5 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir Bandang

Heri Sugiarto • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:05 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran (kanan) hadir di Rakor R3P Sumbar, dan paparkan kerusakan pascabencana dan kebutuhan rehab-rekon Rp5,5 triliun.(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran (kanan) hadir di Rakor R3P Sumbar, dan paparkan kerusakan pascabencana dan kebutuhan rehab-rekon Rp5,5 triliun.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan kondisi kerusakan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang sejak November 2025 hingga Januari 2026 dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2025).

Rakor ini dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, unsur Forkopimda, serta bupati dan wali kota se-Sumbar. Fadly menyebut, total kebutuhan penanganan rehab-rekon pascabencana mencapai Rp5,5 triliun.

Estimasi Kerusakan dan Kebutuhan Anggaran

Fadly Amran menjelaskan, peningkatan anggaran dipicu masuknya program pengelolaan sumber daya air, termasuk pembangunan check dam, sabo dam, serta pengamanan daerah aliran sungai (DAS) sebagai langkah mitigasi bencana berkelanjutan.

“Berdasarkan hasil diskusi bersama tenaga ahli, total kerusakan dan kerugian tercatat sekitar Rp5,5 triliun, dengan rincian sektor perumahan Rp2,4 triliun, infrastruktur Rp2,7 triliun, ekonomi Rp154 miliar, sosial Rp93 miliar, dan lintas sektor Rp140 miliar,” ujar Fadly.

Kerusakan yang terjadi mencakup:

Dampak terhadap Warga Kota Padang

Bencana hidrometeorologi berdampak pada 67.563 jiwa. Untuk penyediaan Hunian Tetap (Huntap), Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan lokasi di Balai Gadang dan Kecamatan Pauh.

“Total kebutuhan Huntap mencapai sekitar 800 unit rumah, meningkat dari sebelumnya 500 unit. Tambahan 300 unit ini untuk rumah yang harus direlokasi dari bibir sungai,” tambah Fadly.

Finalisasi Dokumen R3P dan Dukungan BNPB

Sestama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya finalisasi dokumen R3P sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana, terintegrasi, dan akuntabel.

“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur tepat sasaran. BNPB siap mendukung rehab-rekon bagi daerah terdampak ke kementerian terkait,” ujarnya.

Rakor ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan pascabencana di Sumbar, khususnya Kota Padang, sehingga pemulihan infrastruktur dan kesejahteraan warga terdampak dapat berlangsung efektif.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #rehabilitasi dan rekonstruksi #ekonomi #pemko padang #kebutuhan anggaran pascabencana padang #infrastruktur #huntap #sosial #perumahan