Kegiatan ini dirangkai dengan Lomba Tari Minang se-Sumbar yang diikuti ratusan grup dari berbagai kabupaten dan kota. Festival tersebut diinisiasi oleh Sanggar Tari Mutiara Minang.
Wali Kota Padang Beri Apresiasi
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang melibatkan anak-anak dan generasi muda dari berbagai daerah di Sumbar.
“Seni tari tradisional bukan sekadar pertunjukan, tetapi sarana pendidikan karakter dan penanaman jati diri budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya Minangkabau di tengah kuatnya arus globalisasi,” ujar Fadly Amran.
Pemko Tegaskan Komitmen Pengembangan Seni dan Budaya
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mendukung pengembangan seni dan budaya daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan penyediaan ruang ekspresi bagi pelaku seni serta anak-anak.
“Pemko Padang akan terus mendorong kegiatan seni budaya melalui pembinaan dan penyediaan ruang ekspresi bagi anak-anak serta pelaku seni. Ini merupakan implementasi Program Padang Balomba aktivasi dari Program Unggulan Padang Juara,” jelasnya.
Ratusan Peserta Tampil
Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, Wahyu Hidayat, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang dan para sponsor atas dukungan terhadap pelaksanaan festival.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang serta para sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga festival ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Festival ini diikuti peserta dari berbagai sanggar tari di Sumbar. Sebanyak 145 peserta berasal dari Sanggar Tari Mutiara Minang.
Para peserta menampilkan berbagai tari tradisional Minangkabau dan tari kreasi berbasis adat serta budaya lokal.
Penguatan Kreativitas dan Silaturahmi Antarsanggar
Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarsanggar dan menggali potensi seni budaya daerah.
“Selain ajang kompetisi, festival ini bertujuan mempererat silaturahmi antarsanggar, meningkatkan kreativitas anak, serta menggali potensi seni budaya daerah yang berlandaskan nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK),” jelasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto