Data ini disampaikan Dishub Padang sebagai bagian dari strategi daerah menghadapi pemotongan anggaran pusat.
Kepala Dishub Padang, Ances Kurniawan, menyebut kenaikan target tersebut menjadi langkah mandiri untuk memaksimalkan potensi pendapatan lokal.
“Target ini tetap kita optimalkan dengan langkah-langkah strategis. Terutama karena adanya peningkatan kinerja sektor perhubungan, penambahan personel, dan sinergisitas dengan pihak swasta serta TNI/Polri untuk penindakan,” ujar Ances di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Dishub Padang menutup tahun anggaran 2025 dengan realisasi Rp2,609 miliar dari target Rp3,309 miliar atau setara 79 persen.
Sumber pendapatan berasal dari retribusi parkir tepi jalan umum, pemakaian kekayaan daerah seperti mobil derek, serta parkir tempat khusus di Terminal Koto Lalang yang dialihfungsikan sebagai lahan parkir pemerintah daerah.
Menghadapi lonjakan target 2026, Dishub menyiapkan strategi utama berupa optimalisasi kontrak juru parkir dengan pengawasan ketat, penggalian lahan parkir baru seiring pertumbuhan UMKM, serta penertiban parkir liar untuk menekan kebocoran pendapatan.
Selain peningkatan kinerja, Dishub juga menekankan perbaikan layanan. Juru parkir diwajibkan memberikan pelayanan prima dan dilengkapi atribut resmi seperti rompi, karcis, dan peluit.
“Kita menghimbau jukir memberikan pelayanan terbaik. Citra pengelolaan parkir tidak boleh lagi negatif. Sikap jukir sangat penting karena parkir bukan hanya soal pendapatan, tapi juga manajemen lalu lintas dan pelayanan publik,” tegas Ances.
Dishub berharap strategi dan pembenahan tersebut dapat menjadikan retribusi parkir sebagai sumber pendapatan yang berkontribusi pada pembangunan Kota Padang secara berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison