Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengungsi Galodo Padang di Huntara Kampung Nelayan Keluhkan Hilangnya Pekerjaan

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:17 WIB

Sebanyak 80 KK korban galodo Padang tinggal di huntara Kampung Nelayan. Warga mengeluhkan hilangnya pekerjaan dan berharap program lanjutan pemerintah.
Sebanyak 80 KK korban galodo Padang tinggal di huntara Kampung Nelayan. Warga mengeluhkan hilangnya pekerjaan dan berharap program lanjutan pemerintah.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 80 kepala keluarga korban galodo di Kota Padang masih bertahan di huntara Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah, pascabencana pada akhir November 2025 yang memaksa mereka mengungsi.

Berdasarkan pantauan Sabtu (17/1/2026), warga dari sejumlah kecamatan terdampak seperti Koto Tangah, Kuranji, dan Pauh berbaur di lokasi hunian sementara tersebut.

Mereka mencoba melanjutkan aktivitas harian meski masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Uncu, warga Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, mengatakan rumahnya rusak berat akibat terjangan galodo.

Ia hanya bisa menyelamatkan sebagian barang dan dokumen penting.

“Air datang secara tiba-tiba, lalu menerjang rumah saya. Untung saya bisa menyelamatkan beberapa benda dan surat-surat penting, sisanya hanyut terbawa terjangan galodo,” ujarnya.

Uncu menuturkan bahwa persoalan baru muncul setelah tinggal di huntara.

Sebagai kuli di Pauh, ia terkendala akses dan biaya transportasi yang tinggi sehingga memutuskan berhenti sementara dari pekerjaannya.

Kondisi serupa dialami Yunis, warga Guo, Kecamatan Kuranji. Sebelum bencana, ia bekerja sebagai buruh tani, sementara suaminya buruh serabutan. Rumah mereka habis tersapu galodo dan tidak menyisakan harta benda.

“Saya saat ini tidak bekerja, begitu juga suami. Kondisi bencana ini membuat kami tidak memiliki pemasukan. Beban juga masih besar seperti mengantar anak sekolah yang masih sekolah dekat rumah lama,” katanya.

Yunis berharap pemerintah menyiapkan program lanjutan bagi warga terdampak yang kehilangan mata pencaharian.

Ia menilai dukungan tersebut penting agar para pengungsi dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak.

Sebagian besar warga di huntara Kampung Nelayan juga menyampaikan harapan serupa, mengingat situasi pengungsian belum memberikan kepastian mengenai pemulihan tempat tinggal maupun ekonomi pascabencana. (yud)

Editor : Hendra Efison
#pengungsi galodo Padang #korban bencana Padang #huntara Kampung Nelayan #hilang pekerjaan