Pengukuhan ini menegaskan peran ORARI sebagai komunikasi cadangan yang krusial dalam mitigasi bencana di Kota Padang.
Fadly Amran menyatakan kemampuan anggota ORARI mengoperasikan frekuensi radio menjadi aset penting, terutama saat jaringan seluler terganggu dalam keadaan darurat.
“Kita semua tahu, dalam kondisi darurat sering kali jaringan komunikasi umum terputus. Di sinilah peran strategis ORARI muncul sebagai jembatan informasi yang tak tergantikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan mitigasi bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Saya berharap ORARI dapat menjadi payung organisasi yang mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam kegiatan sosial. Sinergi sangat kita butuhkan untuk memperkuat kesiapsiagaan,” kata Fadly.
Ketua ORARI Lokal Padang, Yusril, menyampaikan komitmen organisasinya untuk menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi darurat.
“Kami memastikan informasi tersampaikan cepat dan akurat untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban,” tegas Yusril.
Ia berharap dukungan teknis berkelanjutan dari Pemko Padang untuk memperluas jangkauan frekuensi, terutama di wilayah blank spot pesisir dan perbukitan.
Dukungan tersebut dinilai penting agar komunikasi kemanusiaan tetap aktif 24 jam.
Kegiatan pengukuhan ditutup dengan diskusi mengenai penguatan posko komunikasi di tingkat kecamatan.
Pengurus baru ORARI 2025–2028 diharapkan membawa inovasi teknologi radio amatir untuk meningkatkan keselamatan warga Kota Padang.(*)
Editor : Hendra Efison