Hingga Senin (19/1/2026), jumlah air bersih yang telah didistribusikan mencapai lebih dari 1 juta liter, disalurkan secara berkelanjutan sejak awal terjadinya bencana. Armada mobil tangki dikerahkan langsung ke titik-titik pemukiman warga agar suplai tetap terjaga hingga masa pemulihan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa dalam sepekan terakhir, pendistribusian difokuskan di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji, mengingat mayoritas warga di wilayah tersebut tidak terlayani PDAM dan mengandalkan sumber air mandiri yang kini rusak akibat banjir.
“Mulai dari awal kejadian hingga pascabencana, BPBD Kota Padang telah menyalurkan lebih dari satu juta liter air bersih kepada masyarakat. Hampir satu minggu ini kami fokuskan suplai di Kecamatan Pauh dan Kuranji karena rata-rata masyarakat di sana tidak mempergunakan PDAM,” ujar Hendri Zulviton, Senin (19/1/2026).
Dalam operasi tanggap darurat ini, BPBD Kota Padang berkolaborasi dengan lintas instansi, termasuk PDAM Kota Padang, Damkar, Satpol PP, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).
Personel TNI, POLRI, Dinas PU, dan Dinas Sosial juga terlibat langsung di lapangan. Bantuan logistik dan armada tambahan datang dari BUMN, BUMD, pihak swasta, relawan, serta dukungan pemerintah kota dan kabupaten tetangga di Sumatera Barat.
BPBD Kota Padang menegaskan komitmennya untuk tetap menyiagakan personel dan armada tangki air hingga kondisi sumber air mandiri warga kembali normal.
Upaya ini menjadi bagian dari standar pelayanan minimal pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat korban bencana alam. (*)
Editor : Adetio Purtama