Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan peningkatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi aman dan andal.
Dari sisi stasiun, pergerakan penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Padang untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Untuk kedatangan:
- Stasiun Padang: 6.247 penumpang
- Stasiun Pariaman: 4.283 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 1.480 penumpang
- Stasiun Naras: 1.301 penumpang
- Stasiun BIM: 969 penumpang
Untuk keberangkatan:
- Stasiun Padang: 6.073 penumpang
- Stasiun Pariaman: 4.061 penumpang
- Stasiun Air Tawar: 1.652 penumpang
- Stasiun Naras: 1.226 penumpang
- Stasiun Lubuk Alung: 1.103 penumpang
Reza menyebut tingginya mobilitas ini mempertegas Stasiun Padang sebagai pusat pergerakan penumpang di Sumatera Barat.
KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal selama periode tersebut: KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang.
“Capaian okupansi hingga 100 persen lebih menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan,” ujar Reza.
Ia menjelaskan layanan KA lokal memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah, mendukung pariwisata, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Reza juga mengimbau masyarakat membeli tiket melalui kanal resmi KAI, terutama aplikasi Access by KAI, untuk menghindari penipuan.
“Kami akan terus melakukan inovasi dari sisi operasional, fasilitas, dan layanan pelanggan guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah,” tambahnya.
KAI Divre II Sumbar memastikan peningkatan layanan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari ketepatan waktu hingga kenyamanan perjalanan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi akan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas pada periode libur panjang.(*)
Editor : Hendra Efison