Huntap tersebut dibangun di atas lahan milik Pemko Padang di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang dan diperuntukkan bagi warga yang saat ini menempati hunian sementara serta Rusunawa Lubuk Buaya.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Padang, Dido Aryadi, mengatakan pembangunan huntap merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga terdampak banjir bandang.
“Sebagai bentuk perhatian kami kepada korban banjir bandang akhir November lalu, kami membangun hunian tetap bagi mereka yang terdampak,” kata Dido Aryadi saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, lokasi pembangunan huntap telah melalui verifikasi Badan Geologi Nasional dan dinyatakan aman.
“Kondisi tanah layak, relatif aman dari gempa, bebas banjir, serta aman dari potensi tsunami karena berada di kawasan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebutkan huntap akan dibangun sebanyak 209 unit di atas lahan seluas 2,9 hektare.
“Setiap rumah bertipe 36 dengan luas tanah 78 meter persegi, menggunakan konsep couple atau dua unit berdampingan dengan jarak antarrumah satu meter,” kata Tri Hadiyanto.
Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.
Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menjelaskan bahwa rumah huntap dibangun sesuai standar rumah sederhana.
“Bangunan berdinding bata merah, beratap seng dengan kuda-kuda baja ringan, dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur,” ujar Kahar.
Ia menambahkan, setiap rumah juga dilengkapi instalasi listrik dan air bersih untuk menunjang kenyamanan penghuni.(*)
Editor : Hendra Efison