Tren penurunan harga tersebut telah berlangsung sejak awal Januari 2026 dan menjadi kabar baik bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Salah seorang pedagang telur di Pasar Lubukbuaya, Aril (20), mengatakan penurunan harga terjadi hampir di semua ukuran telur ayam ras. Menurutnya, perbedaan harga cukup terasa jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya.
“Harga telur ayam ras sudah mulai turun sejak awal bulan ini. Penurunannya lumayan terasa kalau dibandingkan dengan bulan lalu,” ujar Aril saat ditemui di lapaknya.
Saat ini, telur ayam ras ukuran kecil dijual seharga Rp48.000 per papan atau isi 30 butir, turun dari harga sebelumnya Rp54.000 per papan. Sementara telur ukuran sedang yang sebelumnya dijual Rp56.000 kini turun menjadi Rp50.000 per papan.
“Telur ras ukuran sedang sekarang kami jual Rp50 ribu per papan, sebelumnya masih Rp56 ribu. Jadi turun sekitar Rp6.000,” jelasnya.
Untuk telur ayam ras ukuran super, harga juga mengalami penurunan dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per papan.
Berbeda dengan telur ayam ras, harga telur itik masih terpantau stabil di angka Rp78.000 per papan atau sekitar Rp3.000 per butir. Aril memperkirakan harga telur itik baru akan mengalami penurunan saat memasuki bulan puasa, seiring menurunnya permintaan harian.
“Kalau telur itik cenderung stabil. Biasanya justru turun di bulan puasa karena permintaan tidak terlalu tinggi dan pasokan biasanya melimpah. Telur itik ini bukan kebutuhan harian, lebih ke keperluan tertentu,” tuturnya.
Sementara itu, harga telur puyuh terpantau relatif stabil. Namun, tingkat permintaan sangat bergantung pada aktivitas sekolah.
“Permintaan telur puyuh biasanya meningkat saat sekolah aktif, karena banyak dipakai untuk jajanan seperti telur gulung. Kalau sudah bulan puasa, biasanya permintaan ikut turun,” tambah Aril.
Penurunan harga telur ayam ras ini diduga dipengaruhi oleh pasokan yang lancar serta daya beli masyarakat yang mulai stabil. Warga berharap kondisi harga yang relatif terjangkau ini dapat terus bertahan hingga Ramadhan dan pemerintah tetap mengawasi distribusi agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pasar. (cr3)
Editor : Adetio Purtama