Pantauan di kawasan Jalan Jhoni Anwar, Ulak Karang Utara, menunjukkan harga beras masih relatif stabil di posisi atas. Kendati demikian, aktivitas jual beli di kios-kios beras berjalan normal dan pasokan di pasaran terpantau aman tanpa adanya kelangkaan.
Salah seorang pedagang beras, Hafiz, 26, mengatakan kondisi harga yang tinggi saat ini merupakan dampak lanjutan dari terganggunya distribusi beras pascabencana.
“Harga beras sekarang masih bertahan di harga yang naik sejak bencana lalu. Belum ada penurunan yang berarti, terutama untuk jenis beras yang paling banyak dicari masyarakat,” ujarnya.
Ia merinci, saat ini beras jenis IR 42 dijual seharga Rp16.500 per kilogram, sedangkan Anak Daro dibanderol Rp17.000 per kilogram. Untuk beras premium, harga Sokan mencapai Rp17.500 per kilogram, Sokan Super Rp19.000 per kilogram, serta Kuriak Kusuik berada di kisaran Rp18.500 hingga Rp19.000 per kilogram.
Tingginya harga beras tersebut dipicu oleh terbatasnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil di wilayah darat. Menurut Hafiz, distribusi beras dari Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Tanahdatar, dan Solok masih mengalami kendala.
“Pasokan dari daerah darat seperti Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Tanahdatar, dan Solok memang agak susah masuk ke pasar kita sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, pasokan beras dari wilayah pesisir seperti Pariaman terpantau relatif lancar. Kondisi cuaca panas yang mulai stabil dalam beberapa waktu terakhir juga membantu petani mempercepat proses panen padi, sehingga stok di pasar perlahan mulai bertambah.
Hafiz pun optimistis harga beras akan mulai melandai jika kondisi cuaca terus mendukung hingga menjelang Ramadhan. “Sejak musim panas ini, pasokan padi mulai berangsur keluar. Kalau cuaca tetap panas seperti sekarang, kemungkinan harga beras bisa turun menjelang Ramadhan,” katanya.
Meski demikian, ia mencatat kualitas beras yang beredar saat ini belum sepenuhnya ideal. Menurutnya, sebagian beras yang masuk ke pasaran memiliki kualitas di bawah rata-rata.
“Sekarang memang banyak padi yang keluar dengan harga relatif murah, tapi kualitasnya masih kurang bagus dibandingkan biasanya,” tutup Hafiz. (cr3)
Editor : Adetio Purtama