Rapat membahas kerja sama dengan Jerman terkait revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan Bus Trans Padang berbasis baterai sebagai upaya pengembangan kota tua dan transportasi ramah lingkungan.
Fadly Amran menjelaskan, berdasarkan rekomendasi strategis dari GIZ Jerman, revitalisasi Sungai Batang Arau akan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) MBBR.
Teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) efektif mengolah limbah domestik dengan media plastik khusus untuk pertumbuhan bakteri pengurai polutan, serta sistem perpipaan limbah terpisah dari jaringan drainase air hujan.
“Fasilitas ini dirancang untuk melayani sekitar 99.000 jiwa dengan 8.000 sambungan rumah. Teknologi MBBR dinilai mampu mengolah limbah secara efektif dan ramah lingkungan,” ungkap Fadly.
Penguatan Transportasi Publik dan Pengurangan Emisi
Agenda rapat juga membahas penguatan transportasi publik melalui pengadaan Bus Trans Padang listrik. Berdasarkan kajian GIS CINA, kebutuhan armada ideal mencapai 32 unit untuk Koridor 1 dan 17 unit untuk Koridor 2. Hingga 2026, Pemerintah Kota Padang telah mengoperasikan 20 unit di Koridor 1 dan 12 unit di Koridor 2, sehingga masih terdapat kekurangan 17 unit bus.
“Pengadaan bus listrik ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, serta menurunkan emisi karbon di sektor transportasi,” tambah Fadly.
Ia berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan efisiensi transportasi di Padang.
Dukungan KLH RI dan Kolaborasi Internasional
Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH RI, Ary Sudijanto, menyatakan dukungan penuh. Ia mengingatkan bahwa Padang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Hildesheim, Jerman, sejak 1988.
“Kami berharap revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan bus listrik dapat memperkuat kualitas lingkungan hidup sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Padang,” pungkas Ary.
Proyek ini sejalan dengan visi Padang menjadi kota pintar dan kota sehat, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat untuk terealisasinya inovasi lingkungan dan transportasi publik ramah lingkungan.(*)
Editor : Heri Sugiarto