Salah satunya Arifa Ayuna Mecca (19). Bersama seorang temannya, ia rutin melakukan jogging di lintasan stadion pada sore hari. Menurutnya, GOR H. Agus Salim menjadi pilihan karena suasananya lebih nyaman dibandingkan berolahraga di jalan raya.
“Kalau di sini tidak ada debu kendaraan, jadi bisa lebih fokus olahraga,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Rabu (28/1/2026).
Arifa biasanya memutari lapangan sebanyak tiga putaran saat jogging, sementara untuk jalan santai ia menambah hingga lima putaran. Selain nyaman, biaya masuk stadion juga dinilai terjangkau.
“Uang masuknya terjangkau banget, apalagi kita dapat minum juga,” katanya. Ia menambahkan, stadion ini juga menyediakan banyak tempat berteduh ketika cuaca terasa terik.
Popularitas GOR H. Agus Salim sebagai ruang olahraga rupanya juga menarik perhatian warga dari luar Kota Padang. Farel Yosmen Pratama (20) asal Pesisir Selatan, yang tengah berlibur ke Padang, memilih jogging di stadion ini setelah direkomendasikan oleh temannya.
“Di sini lebih asik ya,” ucap Farel. Ia berencana berolahraga hingga pukul 18.00 WIB, menikmati suasana sore di stadion yang juga menjadi kandang klub Semen Padang FC (Kabau Sirah).
Tak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat perorangan, stadion ini juga menjadi pusat latihan bagi berbagai bimbingan belajar (bimbel) Kepolisian, TNI, dan Ikatan Dinas. Salah satunya Bimbel Arka, yang sejak 2022 rutin menggunakan fasilitas stadion untuk melatih kondisi fisik para peserta didik.
Pelatih Bimbel Arka, Yonda Arisandi (32), menyebut GOR H. Agus Salim sebagai satu-satunya stadion yang paling mumpuni di Kota Padang untuk latihan jasmani. “Fasilitasnya lengkap dibandingkan yang lain karena perbandingannya tidak ada,” ujarnya.
Bimbel Arka memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari track lari, tribun, hingga tiang pull up. Latihan rutin dilakukan setiap Senin hingga Jumat, pada pagi hari pukul 07.30 WIB dan sore pukul 16.00 WIB, dengan jumlah peserta mencapai 102 orang setiap sesi.
Di sisi lain, aktivitas olahraga di stadion ini juga membuka peluang ekonomi. Sejumlah fotografer lepas memanfaatkan momen jogging warga untuk menawarkan jasa foto. Rio Agusta Ayuza (38) menjadi salah satunya.
Sejak Agustus 2025, Rio rutin mengambil foto para pelari untuk dijual melalui aplikasi FOTOYU, dengan harga Rp35.000 per foto. Meski penghasilannya tidak menentu, stadion ini menjadi sumber pemasukan tambahan baginya.
“Bermanfaat sekali stadion ini. Kami fotografer freelancer jadi ada penghasilan di luar side job,” katanya. Ia menyebut, pada akhir pekan dirinya bisa menjual 7 hingga 10 foto, sementara di hari biasa berkisar 3–5 foto. Pihak pengelola stadion pun menggratiskan biaya masuk bagi para fotografer, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut semakin hidup.
Ke depan, Arifa, Farel, Yonda, hingga Rio berharap rencana renovasi GOR H. Agus Salim dapat segera terwujud. Mereka menilai peningkatan fasilitas akan membuat stadion ini semakin nyaman dan mampu menampung lebih banyak aktivitas masyarakat. (cr4)
Editor : Adetio Purtama