Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Libur Semester Mahasiswa Unand, Omzet Pedagang Sekitar Kampus Turun Drastis

Riyadhatul Khalbi • Kamis, 29 Januari 2026 | 12:10 WIB

Salah satu kantin yang berada di Kampus Unand, Limaumanis, Pauh, Padang.
Salah satu kantin yang berada di Kampus Unand, Limaumanis, Pauh, Padang.
PADEK.JAWAPOS.COM—Lokasi berdagang menjadi salah satu faktor krusial bagi pelaku usaha, terutama bagi mereka yang menggantungkan target pasar pada kelompok tertentu. Di kawasan perkampusan Universitas Andalas (Unand), mahasiswa menjadi konsumen utama bagi banyak pedagang. Namun, saat aktivitas akademik berhenti sementara akibat libur semester, dampaknya langsung terasa pada penjualan.

Padang Ekspres mendatangi sejumlah pelaku usaha di sekitar kampus Unand untuk melihat bagaimana hubungan aktivitas mahasiswa dengan omzet penjualan. Saat berita ini disusun, mahasiswa Unand tengah menjalani libur semester ganjil hingga 9 Februari 2026.

Salah satu pedagang yang terdampak signifikan adalah Yusna (50), pemilik Kantin Bunda Zaitun yang berlokasi di dalam lingkungan Unand, tepatnya di kawasan DPR (Di Bawah Pohon Rindang). Kantin tersebut memang menyasar mahasiswa sebagai pembeli utama. “Omzet itu turun sampai 75 persen, dan kayaknya begini terus sampai awal kuliah,” ujar Yusna.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Yusna terpaksa mengurangi pembelian bahan makanan dan melakukan penyusutan jumlah karyawan. “Biasanya beli ayam 10 ekor, sekarang libur mahasiswa cuma 2 atau 3 ekor. Karyawan juga dikurangi, nanti kalau sudah kuliah lagi baru dipanggil kembali,” jelasnya.

Menurut Yusna, berdagang di lingkungan Unand pada dasarnya hanya memberikan masa penjualan normal selama sekitar delapan bulan dalam setahun, sementara empat bulan lainnya diisi oleh masa libur mahasiswa.

Di sisi lain, biaya sewa tempat tetap dihitung penuh selama satu tahun, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang.

Kondisi serupa dialami Syafriki (45), pemilik Rumah Makan Lumin yang berlokasi di Jl. Dr. Moh. Hatta, Limaumanis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sekitar lima menit dari kampus Unand. Ia mengakui libur semester mahasiswa menyebabkan penurunan omzet hingga 70 persen.

“Setiap libur semester untung jauh turun, sekitar 70 persen. Kita sudah siap rugi. Kalau berdagang di sekitar Unand ini ibaratnya setahun cuma delapan bulan, bukan 12 bulan,” ungkap Syafriki.

Untuk bertahan, RM Lumin mengurangi jumlah makanan yang disajikan serta menyesuaikan gaji karyawan selama masa libur. “Jumlah makanan dikurangi. Gaji karyawan tetap keluar, tapi tidak penuh. Nanti kalau mahasiswa sudah masuk lagi, sekitar tanggal 9, baru normal kembali,” katanya.

Tak hanya rumah makan dan kantin, minimarket Cahaya Mart yang berada di Jl. Dr. Moh. Hatta No.5, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, juga merasakan dampak libur mahasiswa Unand. Minimarket ini menjadikan mahasiswa sebagai salah satu target utama selain warga sekitar.

Karyawan Cahaya Mart, Nora Amelia (33), menyebut penurunan omzet mencapai 30 hingga 40 persen. “Sekarang lagi libur semester, pasti berdampak ke omzet. Ditambah lagi kondisi pascabencana, banyak mahasiswa yang pulang kampung, jadi makin terasa penurunannya,” ujarnya.

Selain libur mahasiswa, faktor pascabanjir di kawasan sekitar turut memengaruhi daya beli masyarakat. Meski masih mengandalkan pelanggan tetap dari lingkungan sekitar, penurunan aktivitas mahasiswa membuat perputaran ekonomi di kawasan kampus Unand melambat selama masa libur semester. (cr4)

Editor : Adetio Purtama
#libur semester #mahasiswa unand #omzet pedagang turun