Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jual Beli Lesu, Omzet Pedagang Pasar Raya Padang Turun Hingga 70 Persen

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:40 WIB

Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Sabtu (31/1/2026).
Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Sabtu (31/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas jual beli sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Raya Kota Padang terpantau lesu. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang mengaku mengalami penurunan omzet cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, Sabtu (31/1).

Oka, salah seorang pedagang sayur di Pasar Raya Padang, menyebut melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya transaksi. Penurunan paling terasa datang dari kalangan rumah makan, yang selama ini menjadi pembeli dalam jumlah besar.

“Daya beli rumah makan sekarang cukup lemah. Banyak mahasiswa yang pulang kampung, sehingga konsumsi di rumah makan turun sampai 40 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain menurunnya konsumsi rumah makan, kehadiran pasar-pasar kecil di berbagai sudut Kota Padang juga turut memengaruhi omzet pedagang Pasar Raya. Pasar lingkungan tersebut dinilai mampu menarik konsumen karena harga yang relatif bersaing.

“Sekarang pasar kecil sudah banyak dan harganya hampir sama dengan di Pasar Raya. Ini juga berdampak ke penjualan kami,” tambah Oka.

Meski transaksi lesu, Oka memastikan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Tidak ditemukan kenaikan harga signifikan pada komoditas utama yang berpotensi memicu inflasi.

“Untuk cabai Medan dan cabai lokal harganya masih di Rp30 ribu per kilogram. Cabai Jawa sedikit naik ke kisaran Rp35 ribu per kilogram karena daerah asal sedang musim hujan sehingga pasokan berkurang,” jelasnya.

Sementara itu, bawang merah kemasan asal Kerinci dijual Rp18 ribu per kilogram, naik tipis dari sebelumnya Rp17 ribu. Harga bawang putih berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Menjelang Ramadan, Oka mengaku belum dapat memprediksi kemungkinan kenaikan harga bahan pokok. Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih belum stabil.

“Seperti pengalaman tahun lalu, harga justru anjlok di H-1, padahal sebelumnya diprediksi naik. Jadi belum bisa dipastikan,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan Anto, pedagang daging sapi di los daging Pasar Raya Padang. Ia mengungkapkan, lemahnya daya beli masyarakat menyebabkan omzet penjualan daging menurun hingga 70 persen, meski harga daging sapi masih berada pada kisaran normal.

“Harga daging sapi masih standar, sekitar Rp150 ribu per kilogram. Tapi penjualan turun drastis,” ungkap Anto.

Menurutnya, pembeli dari kalangan rumah tangga, rumah makan, hingga pedagang sate dan bakso kini mengurangi jumlah pembelian harian.

“Biasanya mereka beli 4 sampai 5 kilogram per hari, sekarang hanya 3 sampai 4 kilogram,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, para pedagang berharap adanya kebijakan pemerintah yang mampu mendorong perputaran ekonomi, serta pembukaan lapangan kerja yang lebih luas agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan aktivitas Pasar Raya kembali ramai. (yud)

 

 

 

Editor : Adetio Purtama
#Pedagang Pasar Raya Padang #Jual Beli Lesu #omzet #omzet turun