Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Kampung Pinang Pauh Keluhkan Distribusi Bantuan Air Bersih Tak Merata

Mengki Kurniawan • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:29 WIB

Warga Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh keluhkan bantuan air bersih yang tidak merata, Minggu (1/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Warga Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh keluhkan bantuan air bersih yang tidak merata, Minggu (1/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Warga Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengeluhkan distribusi bantuan air bersih yang dinilai belum merata di tengah kekeringan yang berlangsung sejak awal 2026, Minggu (1/2/2026).

Keluhan disampaikan warga RT 03/RW 01 yang menyebut wilayah mereka kerap tidak mendapatkan suplai air dari tangki bantuan berbagai instansi, meski berada di kawasan terdampak kekeringan.

Aris (41), pengelola rumah kos di lokasi tersebut, mengatakan kebutuhan air terpaksa dipenuhi dengan membeli air program Pamsimas seharga Rp2.000 per meter kubik.

Baca Juga: Fadly Amran Tanggapi Kritik DPRD soal Kekeringan: Pemko Salurkan 27–28 Juta Kubik Air Bersih

“Dalam sebulan kami menghabiskan sekitar 40 meter kubik air untuk keluarga dan sekitar 20 penghuni kos. Biaya ini cukup memberatkan,” kata Aris, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, kendala utama berada pada pendataan dan koordinasi di lapangan.

Menurut Aris, wilayahnya kerap dilewati armada tangki air karena dianggap memiliki jumlah penduduk yang sedikit.

“Informasinya warga di sini sedikit, padahal banyak mahasiswa yang tinggal. Bantuan air sering dialihkan ke titik lain,” ujarnya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih tak Kunjung Tuntas, Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang Pertimbangkan Hak Interpelasi

Dampak kekeringan juga dirasakan penghuni kos. Salah seorang mahasiswa, Rizky Okta Pradana (24), mengaku harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang mandi satu kali sehari saja sulit. Air harus dihemat untuk mencuci dan memasak,” kata Rizky.

Berdasarkan keterangan warga, bantuan air bersih dari Damkar, Baznas, BNPB, hingga PMI rutin masuk ke Kelurahan Lambung Bukit. Namun, distribusi belum menjangkau seluruh RT secara merata.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Padang, Komisi V DPR Minta Cipta Karya PU Segera Turun Tangan

Selain bantuan darurat, warga meminta Pemerintah Kota Padang mempercepat perbaikan infrastruktur pendukung, termasuk jalan Lambung Bukit dan saluran irigasi Gunung Nago yang rusak dan berdampak pada pasokan air.

“Kami berharap perbaikan segera dilakukan agar aliran air kembali normal dan bantuan air bisa dibagikan lebih merata,” ujar Aris.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#bantuan air bersih Padang #kekeringan Lambung Bukit #distribusi air tidak merata #Kampung Pinang Pauh