Pantauan di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB menunjukkan klenteng tertua di Kota Padang itu tampil semarak dengan ratusan lampion beragam ukuran yang menghiasi hampir seluruh sudut area ibadah.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari mendatang mengusung shio Kuda Api.
Nuansa merah yang mendominasi dekorasi klenteng mencerminkan simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan baru dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Sejumlah warga tampak mulai berdatangan untuk menyaksikan kemeriahan tersebut.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Sebagian pengunjung terlihat duduk bersantai menikmati suasana malam, sementara lainnya berdiri mengamati keindahan ornamen yang terpasang.
Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen dengan berfoto berlatar lampion dan bangunan klenteng.
Rezky Al Fadhilla (24), warga Kota Padang, mengaku sengaja datang untuk melihat persiapan perayaan Imlek.
Ia menyebut suasana klenteng selalu ramai dan menarik setiap menjelang Tahun Baru Imlek.
“Saya ke sini ingin melihat pernak-pernik Imlek. Kalau sudah mendekati Imlek, klenteng pasti ramai dan suasananya berbeda,” ujarnya.
Pengunjung lain, Nuspa (38) asal Kota Pariaman, mengatakan kunjungannya dilakukan secara spontan saat melintas bersama keluarga.
Baca Juga: Studi Health Science Reports: Rutin Baca dan Dengar Al-Qur'an Ampuh Atasi Stres hingga Depresi
Ia tertarik singgah setelah melihat keramaian di sekitar klenteng.
“Kami lewat sebelum pulang, lihat ramai-ramai jadi mampir. Ternyata sudah dihiasi lampion merah, bagus sekali,” katanya.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Konghucu dan Tridharma, Klenteng See Hin Kiong juga dikenal sebagai salah satu ikon sejarah dan destinasi wisata religi di Kota Padang.
Keberadaan klenteng ini kerap menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas latar belakang, terutama pada momen perayaan keagamaan besar seperti Imlek, sekaligus mencerminkan kehidupan sosial yang rukun dan beragam di Kota Padang.(cc1)
Editor : Hendra Efison