Hingga awal Februari 2026, sejumlah pedagang di sepanjang pesisir tersebut mengaku belum mampu kembali ke kondisi normal akibat penurunan omzet yang signifikan.
Kondisi ini dirasakan Nani dan Zul (43), pedagang pop es dan karupuak kuah yang sehari-hari berjualan di kawasan Taplau.
Saat ditemui di lapaknya, Senin (2/2/2026), keduanya mendapati kursi plastik lebih banyak kosong dibanding hari-hari normal sebelum bencana.
Zul mengatakan penurunan penjualan terjadi sejak galodo melanda Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.
Ia menyebut pendapatan mereka turun sekitar 25 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan Kunjungan dan Omzet Pedagang
“Penjualan kami masih anjlok sekali. Pendapatan turun hampir setengahnya,” ujar Zul, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan pascabencana sebelumnya yang relatif cepat pulih.
Akhir pekan yang biasanya menjadi andalan pedagang kini tidak lagi ramai.
Wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang biasanya memadati Taplau terlihat jauh berkurang.
Kondisi ini turut dipengaruhi masa libur mahasiswa di Kota Padang.
Sebagai kawasan yang dekat dengan sejumlah kampus, Taplau biasanya ramai dikunjungi mahasiswa saat sore hingga malam hari.
Namun, libur semester membuat aktivitas ekonomi di kawasan pantai tersebut ikut melemah.
Jam Operasional, Cuaca, dan Persaingan Lokasi
Pedagang tetap membuka lapak dari siang hingga malam hari.
Namun, jam operasional panjang tidak banyak membantu meningkatkan penjualan.
Nani mengatakan kawasan Taplau kini cepat sepi saat malam tiba.
“Habis isya saja sudah sangat sepi,” kata Nani.
Ia menilai masyarakat masih enggan berlama-lama di kawasan pantai pada malam hari pascagalodo.
Selain itu, pedagang juga menghadapi persaingan dengan munculnya kawasan Banda Bakali di Ujung Tanah.
Kawasan tersebut mulai dikenal sebagai alternatif tujuan wisata yang menyedot arus kunjungan.
Faktor cuaca turut memperberat kondisi pedagang.
Zul mengaku hujan yang turun sejak siang kerap membuat tidak ada transaksi sama sekali.
“Kalau hujan dari siang, bisa tidak ada jual beli sama sekali,” ujarnya.
Pedagang berharap adanya perhatian dan solusi dari pemerintah daerah untuk memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan Pantai Padang.(CR3)
Editor : Hendra Efison