Sebanyak 100 unit Huntara disiapkan untuk menampung sekitar 400 jiwa dari 100 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah ibadah, sekolah, dan rumah kerabat akibat bencana.
Usai diresmikan, Huntara Mandiri Kapalo Koto diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang melalui Wali Kota Padang untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.
Vasko Ruseimy menyampaikan pembangunan Huntara merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama para pemangku kepentingan dalam memberikan solusi hunian sementara yang layak dan aman.
“Tujuan pendirian Huntara ini agar warga terdampak bisa tinggal lebih layak, aman, dan bermartabat sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap,” ujar Vasko.
Ia menegaskan Huntara Mandiri Kapalo Koto merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam percepatan penanganan pascabencana di Kota Padang.
Dibangun 45 Hari dengan Dukungan Multi Pihak
Huntara Mandiri Kapalo Koto dibangun atas inisiatif Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman.
Pembiayaan pembangunan didukung berbagai pihak, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, unsur masyarakat, dan dunia usaha.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Huntara menyebut proses pembangunan berlangsung selama 45 hari.
“Pembangunan dimulai 15 Desember 2025 dan selesai 31 Januari 2026. Seluruh unit telah siap dan mulai ditempati warga,” kata Evi Yandri.
Ia menjelaskan setiap unit Huntara dilengkapi peralatan rumah tangga, sambungan listrik, serta akses internet gratis untuk mendukung kebutuhan dasar penghuni.
Evi Yandri juga menyampaikan apresiasi kepada Choa dari Suku Jambak yang mengizinkan lahan miliknya digunakan sebagai lokasi pembangunan Huntara.
Diserahkan ke Pemko Padang dan Dihadiri Forkopimda
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Huntara Mandiri Kapalo Koto.
“Huntara ini sangat membantu warga Kota Padang yang terdampak bencana. Kami mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi semua pihak,” ujar Fadly.
Penyelesaian Huntara melibatkan Satbrimob Polda Sumbar, Batalyon 896, Batalyon 133, PMI Sumbar, PLN Sumbar, PT Semen Padang, serta berbagai organisasi dan elemen masyarakat.
Peresmian Huntara Mandiri Kapalo Koto turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang dan tokoh masyarakat setempat.(*)
Editor : Hendra Efison