Penyerahan kunci itu menandai perubahan besar dalam kehidupan Linda dan keluarganya.
Setelah sekitar enam tahun hidup dalam kondisi serba terbatas, ibu rumah tangga yang tinggal di RT 1 RW 8, Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang, tersebut kini memiliki rumah yang layak untuk dihuni.
Kunci rumah bantuan diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Firma Yudi. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa sulit yang dijalani Linda bersama lima anaknya.
Kondisi Sebelumnya dan Rumah Baru
Sebelum menerima bantuan, Linda dan anak-anaknya menempati rumah dengan kondisi tidak layak.
Atap rumah rendah dan bocor saat hujan, dinding hanya berupa triplek tipis, serta lantai masih berupa tanah.
Dalam situasi tersebut, Linda membesarkan kelima anaknya dengan berbagai keterbatasan.
Kini, rumah baru seluas 40 meter persegi berdiri kokoh menggantikan hunian lamanya.
Rumah tersebut dibangun menggunakan material SEPABLOCK, produk inovasi PT Semen Padang.
Bangunan itu memiliki satu kamar tidur, lantai yang layak, serta sirkulasi udara yang lebih sehat.
“Terima kasih kepada PT Semen Padang, Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, dan semua pihak yang telah membantu. Saya tidak tahu harus berkata apa selain bersyukur,” ujar Linda sambil mengusap air mata.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program Rumah Layak Huni merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah ring 1.
Program tersebut, kata dia, menjadi wujud kepedulian PT Semen Padang sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar area operasional.
“Program ini tidak hanya menyediakan hunian yang aman dan sehat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup penerima manfaat,” ujar Win.
Ia menambahkan, program berbasis kolaborasi dengan Forum Nagari dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
Program Rumah Layak Huni ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan keadilan sosial.(*)
Editor : Hendra Efison