Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Peziarah Padati TMP Kuranji Jelang Ramadhan 2026, Kunjungan Capai 700 Orang per Hari

Mengki Kurniawan • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:35 WIB

Suasana TMP Kuranji yang ramai dipadati peziarah, Minggu (15/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Suasana TMP Kuranji yang ramai dipadati peziarah, Minggu (15/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Kota Padang, Minggu (15/2/2026), ketika ratusan peziarah memadati area pemakaman untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah berpulang.

Tradisi tahunan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan ini kembali menghadirkan lonjakan kunjungan signifikan dibandingkan hari biasa.

Gelombang kedatangan peziarah telah terlihat sejak Sabtu (14/2/2026) pagi dan terus meningkat hingga Minggu siang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para peziarah tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi juga datang dari luar daerah seperti Pekanbaru, Jambi, hingga Pulau Jawa.

Mereka berbondong-bondong membawa bunga dan air mawar untuk ditaburkan di atas pusara sebagai bagian dari ritual ziarah menjelang Ramadhan.

Kondisi ini membuat area pemakaman dipenuhi aktivitas sejak pagi hari.

Syarifuddin (69), yang akrab disapa Pak Oyon dan bertugas sebagai penjaga makam, mencatat lonjakan kunjungan dalam dua hari terakhir mencapai sekitar 700 orang setiap hari.

Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa di luar momentum keagamaan.

“Peziarah memang selalu ramai setiap tahunnya, terutama saat menjelang Ramadhan dan nanti menjelang Lebaran. Sejak Sabtu pagi kemarin sudah ramai sekali sampai siang ini,” ujar Pak Oyon saat ditemui di sela kesibukannya, Minggu (15/2).

Menurutnya, waktu favorit peziarah adalah pagi hari karena udara masih sejuk dan matahari belum terlalu terik sehingga memudahkan keluarga membersihkan nisan serta memanjatkan doa bersama.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas di pemakaman sangat padat sejak fajar.

Lonjakan pengunjung berdampak langsung pada beban kerja penjaga makam yang harus memastikan kebersihan dan kerapian area sebelum peziarah datang.

Baca Juga: Semen Padang FC Tumbang 0-3 dari Arema FC, Dejan Antonic Fokus Hadapi Malut United

Pak Oyon memulai pekerjaannya sejak pagi dengan membersihkan rumput liar dan menyapu dedaunan kering agar area makam tetap asri dan nyaman.

Dalam menjalankan tugasnya, ia dibantu oleh istri dan seorang rekannya untuk mengelola luasnya area makam selama periode ramai ziarah.

Kerja sama tersebut dilakukan agar para peziarah dapat menjalankan ritual dengan tenang dan khusyuk.

Di tengah meningkatnya beban kerja saat musim ziarah, honor yang diterima Pak Oyon justru mengalami penurunan.

Saat ini, ia menerima gaji sebesar Rp1.109.000 per bulan, turun dari sebelumnya Rp1.240.000 akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Kalau ditanya soal gaji, memang turun karena alasan efisiensi. Sekarang hanya satu juta seratus sembilan ribu rupiah. Berat memang, tapi saya tetap ikhlas menjalani tugas ini karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya sehari-hari,” tambahnya.

Tradisi ziarah menjelang Ramadhan di TMP Kuranji pun terus berlangsung dengan tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk mendoakan keluarga mereka.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Peziarah Kota Padang #TMP Kuranji Padang #Ziarah Ramadhan 2026 #Penjaga makam Pak Oyon