Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Potret Terkini Padang Teater: Dari Bioskop Legendaris ke Gedung Sepi

Mengki Kurniawan • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58 WIB

Kondisi terkini di kawasan Padang Teater Pasar Raya Padang yang sepi dan terbengkalai, Jumat (20/2).
Kondisi terkini di kawasan Padang Teater Pasar Raya Padang yang sepi dan terbengkalai, Jumat (20/2).
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Raya Padang, sebuah bangunan tua berdiri kontras dengan aktivitas perdagangan di sekitarnya. Padang Teater, yang pada era 1980 hingga 1990-an dikenal sebagai bioskop legendaris dan pusat gaya hidup warga kota, kini tampak kusam dengan dinding retak serta plafon yang mulai menggantung. Meski demikian, gedung tersebut tetap menjadi tempat berteduh bagi masyarakat yang mencari perlindungan dari terik matahari.

Mengki Kurniawan, Pasar Raya—

Jumat siang (20/2), suhu udara di Kota Padang terasa menyengat, terlebih bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa. Di lantai dasar Padang Teater, suasana relatif lebih sejuk dibandingkan area pasar terbuka. Lorong-lorong sempit yang ditempati penjahit dan penjual buku bekas kerap dimanfaatkan warga untuk beristirahat sejenak.

Hardiansyah, 54, akrab disapa Pak Har, merupakan salah satu penjahit yang telah lama menggantungkan hidupnya di gedung tersebut. Ia menuturkan, kesejukan alami bangunan tua itu menjadi alasan banyak orang singgah, terutama pada siang hari.

“Kawasan Padang Teater ini memang cukup sejuk untuk berteduh dari teriknya cuaca Kota Padang, apalagi di bulan puasa saat ini. Kami di sini sering berkumpul, sekadar berbincang untuk mengalihkan rasa lapar dan haus,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya.

Namun di balik fungsi sosial yang masih berjalan, kondisi fisik bangunan terus mengalami penurunan. Lantai atas yang tidak lagi difungsikan pascagempa bumi 30 September 2009 menambah kesan terbengkalai. Kerusakan struktur akibat gempa tersebut menjadi titik awal kemunduran Padang Teater sebagai pusat hiburan warga.

Sejumlah bagian gedung kini memperlihatkan kerusakan yang cukup memprihatinkan, mulai dari plafon runtuh, dinding berlumut, hingga minimnya pencahayaan. Kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran terkait aspek keamanan, terutama pada malam hari ketika area sekitar menjadi gelap dan rawan disalahgunakan.

Pak Har mengaku prihatin dengan semakin sepinya aktivitas jual beli di kawasan tersebut. Ia dan pedagang lain kini hanya mengandalkan pelanggan lama. Harapan terhadap perhatian pemerintah pun terus disuarakan.

“Jujur, jual beli semakin sepi. Kami yang bertahan di sini hanya mengandalkan pelanggan lama. Saya sangat berharap kawasan ini bisa bangkit lagi. Kami butuh renovasi dari Pemerintah Kota Padang agar orang-orang mau datang lagi ke sini,” katanya.

Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah memasukkan kawasan sekitar Padang Teater dalam rencana Revitalisasi Pasar Raya Fase VII. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan wajah pasar yang lebih modern, bersih, dan aman. Namun, hingga kini, proses revitalisasi masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan anggaran dan relokasi pedagang.

Menurut Pak Har, pembenahan kawasan perlu dilakukan secara menyeluruh agar mampu menarik minat generasi muda. Ia menilai, tanpa langkah konkret, bangunan bersejarah tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi kenangan.

“Kami ingin pemerintah hadir dengan solusi nyata. Kalau hanya dibiarkan begini, lama-lama gedung ini hanya akan jadi kenangan,” ujarnya.

Meski kini lebih dikenal sebagai bangunan tua yang sepi, Padang Teater masih menjalankan fungsi sosialnya secara alami. Gedung itu menjadi ruang berteduh bagi pedagang, pekerja informal, hingga warga yang sekadar mencari tempat beristirahat.

Warga Pasar Raya berharap revitalisasi yang direncanakan dapat segera terealisasi sehingga gedung bersejarah tersebut kembali memiliki peran penting dalam denyut ekonomi dan kehidupan sosial Kota Padang. (*)

Editor : Adetio Purtama
#pasar raya padang #sepi #Padang Teater #bioskop