Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, membenarkan pembangunan tersebut.
Ia menyebutkan, proyek yang tengah berjalan meliputi satu jembatan gantung dan dua jembatan armco di wilayah Kota Padang.
“Iya, saat ini kita bersama TNI tengah membangun jembatan di tiga titik,” ujar Tri kepada Diskominfo, Minggu (22/2/2026).
Jembatan gantung dibangun di Sungai Batang Guo, Kelurahan Kuranji, dengan pengerjaan dimulai sejak 10 Januari 2026 dan ditargetkan selesai pada 26 Februari 2026.
Jembatan itu berdiri di atas sungai selebar 30 meter dan diproyeksikan memberi manfaat bagi 672 kepala keluarga atau 2.750 jiwa yang berdomisili di sekitar lokasi.
Dua jembatan lainnya merupakan jembatan armco yang dibangun di wilayah Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.
Jembatan armco pertama berada di Rimbo Panjang RT 01 RW 03 dengan lebar sungai 18 meter dan bentangan jembatan sepanjang 30 meter.
Tri menjelaskan, progres pembangunan jembatan armco di Rimbo Panjang telah mencapai 47 persen dan ditargetkan rampung pada 13 Maret 2026.
Sementara itu, satu jembatan armco lainnya dibangun di Sungkai RT 03 RW 02 dengan panjang bentangan 22 meter di atas sungai selebar 10 meter.
Untuk jembatan armco di Sungkai, progres pembangunannya juga telah mencapai 47 persen dan dijadwalkan selesai pada 13 Maret 2026.
Seluruh pembangunan tersebut dilaksanakan di wilayah Kodim 0312/Padang sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap percepatan pemulihan infrastruktur daerah.
Baca Juga: Satu Unit Rumah di Nagari Pangkalan Terbakar, Penyebab Diselidiki
Tri menegaskan, pembangunan Jembatan Gantung Sungai Batang Guo serta dua Jembatan Armco merupakan langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta menunjang pemulihan infrastruktur pascabencana di Kota Padang.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat secara maksimal. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran proses pembangunan hingga tuntas.(*)
Editor : Hendra Efison