Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Awal Ramadan di Pantai Belakang Pangeran Beach Hotel Padang Masih Dipenuhi 1.100 Ton Kayu Sisa Banjir

Mengki Kurniawan • Minggu, 22 Februari 2026 | 18:07 WIB

Pantai belakang Pangeran Beach Hotel Padang masih dipenuhi kayu sisa banjir yang terjadi November 2025 lalu.
Pantai belakang Pangeran Beach Hotel Padang masih dipenuhi kayu sisa banjir yang terjadi November 2025 lalu.
PADEK.JAWAPOS.COM—Suasana Ramadan 1447 Hijriah di sebagian pesisir Kota Padang tidak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.

Di kawasan pantai belakang Pangeran Beach Hotel, tumpukan material sisa banjir bandang masih mendominasi pemandangan saat warga biasanya menunggu waktu berbuka puasa.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (22/2/2026), hamparan pasir yang lazim menjadi tempat bersantai kini tertutup kayu gelondongan berukuran besar, bercampur ranting serta sampah anorganik seperti plastik rumah tangga yang terbawa arus sungai dari hulu perbukitan.

Material tersebut tersebar tidak beraturan dan sebagian telah tertanam ke dalam pasir akibat hantaman ombak selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini merupakan dampak langsung dari banjir bandang besar yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025.

Memasuki bulan kedua tahun 2026, sisa material di kawasan tersebut belum sepenuhnya teratasi dan masih membentuk tumpukan masif di sepanjang garis pantai.

Akibatnya, aktivitas pariwisata di area itu lumpuh dan belum terlihat kembali pedagang maupun pengunjung yang biasanya memadati kawasan tersebut saat ngabuburit.

Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, lokasi di belakang hotel tersebut dikenal sebagai salah satu titik favorit warga untuk menghabiskan waktu sore.

Syahrul (47), warga sekitar yang ditemui di lokasi pada Minggu (22/2/2026), menyebut kawasan itu tidak lagi menjadi prioritas pembersihan dibandingkan titik wisata lain.

Ia mengatakan volume pengunjung turun drastis sejak pantai dipenuhi kayu gelondongan yang belum dievakuasi secara menyeluruh.

“Kawasan ini memang tidak lagi menjadi prioritas pembersihan. Katanya akan kembali pulih dengan sendirinya, namun tentu memerlukan waktu yang lebih lama,” ujar Syahrul.

Menurutnya, sebelum tumpukan kayu memenuhi pantai, masyarakat sekitar aktif berdagang dan area tersebut ramai dikunjungi warga yang bersantai.

Baca Juga: TNI dan Pemko Padang Bangun 3 Jembatan Pascabencana, Warga Kuranji–Pauh Segera Nikmati Akses Baru

Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan.

Berdasarkan data pendukung, volume material kayu di sepanjang garis pantai diperkirakan mencapai lebih dari 1.100 ton.

Kendala utama pembersihan adalah ukuran batang kayu yang besar sehingga memerlukan alat berat seperti ekskavator yang jumlahnya terbatas di lapangan.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan aksi pembersihan, namun kawasan belakang hotel kerap tertangani belakangan atau membutuhkan waktu evakuasi lebih lama.

Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama pemerintah setempat tengah menjajaki pengangkutan kayu untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku co-firing di PLTU.

Pengunjung yang masih mendatangi kawasan tersebut diimbau berhati-hati karena tumpukan kayu licin dan terdapat paku atau ranting tajam yang tersembunyi di bawah pasir.(*)

Editor : Hendra Efison
#pantai padang #Pangeran Beach Hotel #kayu gelondongan #banjir bandang