Ketua Pengurus Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Muhammad Thariq, menyampaikan bahwa selama bulan suci, masjid tersebut rutin menggelar kajian Subuh, Zuhur, dan Tarawih, serta kajian malam dengan menghadirkan berbagai ustaz di Kota Padang.
Selain itu, pengurus juga menyelenggarakan i’tikaf selama 10 hari terakhir Ramadan dan membuka kelas tahfiz ba’da Asar yang diperuntukkan bagi jamaah selama bulan puasa.
“Kemudian juga ada kegiatan Pesantren Ramadan. Bahkan pada tahun lalu, Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang meraih Juara I Pelaksanaan Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang. Kami berharap tahun ini bisa kembali meraih penghargaan serupa,” kata Muhammad Thariq.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengurus dalam memperkuat pembinaan keagamaan, baik bagi karyawan maupun masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar kawasan perusahaan.
Tidak hanya pada Ramadan, Masjid Jabal Rahmah juga secara konsisten menggelar program pembinaan sepanjang tahun, termasuk kajian ba’da Zuhur setiap Senin dan Rabu serta kajian Jumat ba’da Magrib.
Pengurus juga mengadakan kajian muslimah setiap Senin pagi dan kajian Sabtu setelah salat Subuh sebagai upaya menjangkau berbagai segmen jamaah dengan materi keislaman yang beragam.
"Di samping itu, ada kegiatan TPQ untuk siswa SD serta Darul Qur’an khusus kelas tahfiz. Kelas tahfiz ini kami buka untuk umum. Bahkan, sudah banyak murid tahfiz kami yang sudah hafal Al-Qur’an delapan juz,” pungkas Muhammad Thariq.
Program tahfiz tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan, karena terbuka bagi masyarakat luas dan telah melahirkan sejumlah peserta didik yang mencapai hafalan hingga delapan juz Al-Qur’an.
Masjid Jabal Rahmah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan spiritual yang menanamkan nilai-nilai Islam secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan yang digelar sepanjang tahun menunjukkan peran masjid sebagai ruang pembelajaran, penguatan iman, serta pengikat kebersamaan sosial di tengah aktivitas kawasan industri.(*)
Editor : Hendra Efison