Evaluasi tersebut digelar untuk memastikan pelaksanaan program nasional itu berjalan sesuai ketentuan serta menghindari potensi persoalan pada tahap implementasi di lapangan.
Dalam rapat tersebut, Maigus Nasir menegaskan pentingnya evaluasi berkala karena sejumlah catatan ditemukan selama pembahasan. Salah satu poin utama adalah masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi sertifikat higienis, yang merupakan standar penting bagi keamanan dan kelayakan dapur dalam penyediaan makanan program MBG.
“Dari evaluasi hari ini ada beberapa catatan. Yang pertama, masih ada SPPG yang belum memiliki sertifikat higienisnya. Tentu ini perlu penegasan. Namun yang menjadi persoalan, kewenangan sepenuhnya berada di Badan Gizi Nasional,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang mengimbau Badan Gizi Nasional untuk memberikan penegasan lebih kuat terkait pemenuhan seluruh persyaratan dapur SPPG.
Menurutnya, kejelasan tersebut diperlukan sehingga jika muncul permasalahan di lapangan, tanggung jawab lembaga terkait dapat ditetapkan secara jelas dan tidak menimbulkan polemik.
Selain persoalan sertifikasi higienis, Wakil Wali Kota Padang juga menyoroti lemahnya keterbukaan informasi dari sejumlah SPPG kepada pemerintah daerah.
Ia menilai transparansi merupakan faktor penting agar pemerintah daerah dapat menyampaikan perkembangan program secara utuh dan akurat kepada masyarakat.
“Ke depan, keterbukaan ini perlu diperkuat. Pemerintah daerah harus mengetahui secara jelas pelaksanaan di lapangan, supaya apa yang dilakukan SPPG bisa kita komunikasikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Meski terdapat sejumlah catatan evaluasi, Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang tetap memberikan dukungan penuh terhadap Program MBG sebagai program strategis nasional.
Ia berharap pelaksanaannya semakin baik dan tidak terkendala hal-hal teknis yang sebenarnya dapat dicegah melalui koordinasi dan pengawasan yang optimal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi dan protein anak-anak, tapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok, ia berharap manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Harapan kita, program ini juga mampu mendorong perbaikan dan peningkatan ekonomi UMKM lokal melalui keterlibatan dalam rantai pasok,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto