Jelang Idul Fitri 1447 H, Penjualan Pakaian di Pasar Raya Padang Masih Stabil, Pedagang Prediksi Lonjakan H-10

Mengki Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 3 Maret 2026 | 21:59 WIB

Penjualan pakaian di Pasar Raya Padang jelang Idul Fitri 1447 H masih stabil, pedagang prediksi lonjakan signifikan mulai H-10 Ramadan. (Mengki Kurniawan/Padeks)
Penjualan pakaian di Pasar Raya Padang jelang Idul Fitri 1447 H masih stabil, pedagang prediksi lonjakan signifikan mulai H-10 Ramadan. (Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas jual beli pakaian di Pasar Raya Padang terpantau masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah pada awal Maret 2026.

Pantauan di sepanjang koridor pertokoan pakaian pada Selasa (3/3/2026) menunjukkan kepadatan pengunjung masih dalam batas wajar, meski sejumlah toko telah memajang koleksi terbaru bertema Lebaran.

Arus lalu lintas di sekitar kawasan pasar juga masih lancar dan belum mengalami kemacetan akibat lonjakan kendaraan pengunjung, sebagaimana lazim terjadi mendekati hari raya.

Salah seorang pedagang pakaian, Yulhendri (45), mengatakan grafik penjualan dalam beberapa hari terakhir belum mengalami peningkatan berarti dibandingkan hari biasa.

“Sejauh ini transaksi jual beli masih biasa-biasa saja. Belum ada peningkatan yang mencolok dibandingkan hari-hari biasanya,” ujar Yulhendri saat ditemui di tokonya, Selasa (3/3/2026).

Ia menilai masyarakat masih memprioritaskan kebutuhan pokok harian ketimbang berbelanja pakaian baru, sehingga antusiasme pembelian dalam jumlah besar belum terlihat di awal Ramadan ini.

Meski demikian, beberapa pembeli mulai datang lebih awal untuk memilih pakaian Lebaran guna menghindari kerumunan atau risiko kehabisan stok model yang sedang tren.

“Sudah ada yang mulai beli lebih dulu, tapi jumlahnya tidak banyak, paling satu atau dua orang dalam sehari,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengunjung biasanya baru terasa signifikan saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, ketika sebagian besar masyarakat telah menerima tunjangan hari raya atau gaji bulanan.

“Biasanya peningkatan drastis terjadi sekitar H-10 Lebaran. Saat itu pasar bisa sangat ramai karena orang-orang baru mulai berburu baju,” tutur Yulhendri.

Pola belanja yang cenderung mendekati hari H tersebut telah menjadi tradisi tahunan di Pasar Raya Padang, sehingga pedagang umumnya menambah stok barang dan tenaga bantuan untuk mengantisipasi membludaknya pembeli.

Selain menghadapi fluktuasi jumlah pembeli, pedagang juga mulai bersiap menghadapi persaingan dengan platform belanja daring yang menawarkan kemudahan transaksi tanpa harus datang langsung ke pasar.

Baca Juga: Tolak Tambang Andesit PT DBA di Nagari Kasang, Bupati Padangpariaman Surati Pemprov Sumbar Minta Evaluasi IUP

Namun, pedagang tetap optimistis bahwa pengalaman berbelanja langsung, di mana pembeli dapat menyentuh bahan serta menawar harga secara langsung, masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Hingga awal Maret ini, suasana pasar tetap kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal, sembari para pedagang menanti momentum peningkatan transaksi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.(*)

Editor : Hendra Efison
pasar raya padang penjualan baju Lebaran Idul fitri 1447 H pedagang pakaian Padang