Kegiatan cek lintas tersebut dipimpin Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Dadan Rudiansyah, dan didampingi Kepala PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen.
Pengecekan dilakukan sebagai langkah memastikan kesiapan infrastruktur perkeretaapian agar tetap andal dan aman di tengah potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi jalur rel serta berbagai fasilitas pendukung keselamatan operasional yang berada di sepanjang lintasan.
Rombongan juga meninjau sejumlah titik strategis, termasuk melakukan pemeriksaan pada Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 07 untuk memastikan seluruh perangkat keselamatan, rambu-rambu, serta sistem pendukung operasional berfungsi sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Selain pemeriksaan infrastruktur, jajaran manajemen turut berinteraksi dengan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel kereta api.
Pada kesempatan itu, warga diberikan sosialisasi secara langsung agar tidak melakukan aktivitas di jalur rel karena berpotensi membahayakan keselamatan diri serta perjalanan kereta api yang melintas.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan kegiatan cek lintas yang dilakukan jajaran direksi merupakan langkah preventif perusahaan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tetap terjaga menjelang masa Angkutan Lebaran.
“Melalui kegiatan cek lintas ini, KAI ingin memastikan bahwa seluruh prasarana perkeretaapian dalam kondisi optimal sehingga operasional perjalanan kereta api dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami juga terus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur rel kereta api,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama KAI dalam memberikan layanan transportasi kepada masyarakat, sehingga berbagai upaya terus dilakukan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut meliputi pemeriksaan infrastruktur secara rutin, peningkatan pengawasan operasional, serta edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api agar mematuhi aturan di lingkungan perkeretaapian.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan perkeretaapian, serta tidak melakukan aktivitas di jalur rel maupun di area yang dapat mengganggu operasional kereta api,” tutup Reza.
Dengan dilaksanakannya kegiatan cek lintas ini, diharapkan seluruh aspek keselamatan operasional tetap terjaga sehingga perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, selamat, dan nyaman bagi pelanggan.(*)
Editor : Hendra Efison