Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Padang, Juni Nusyamza, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar yang dikelola pemerintah.
Menurutnya, hingga saat ini stok kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, dan berbagai komoditas harian lainnya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.
“Kondisi harga secara umum masih stabil. Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas, tetapi sifatnya fluktuatif. Ada juga komoditas yang mengalami penurunan,” ujar Juni Nusyamza, Sabtu (7/3/2026).
Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, Pemko Padang juga telah melaksanakan program gerakan pangan murah.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia serta Perum Bulog dengan mendistribusikan bahan pokok langsung kepada masyarakat.
Juni menjelaskan, program gerakan pangan murah kali ini menjangkau hingga 140 kelurahan di Kota Padang. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Biasanya pasar murah tidak menjangkau seluruh kelurahan. Namun kali ini kita mencoba mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga warga bisa mendapatkan harga terbaik dari komoditas yang disediakan,” katanya.
Selain itu, Dinas Perdagangan Kota Padang juga melakukan pemantauan rutin di sembilan pasar yang berada di bawah pengelolaan dinas tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia.
Ia menambahkan, menjelang lebaran masyarakat biasanya memiliki kecenderungan untuk berbelanja lebih banyak, yang kerap menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan harga bahan pokok.
Namun pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena ketersediaan bahan pangan dipastikan mencukupi.
“Stok bahan pokok di Kota Padang masih cukup. Kami berharap masyarakat tidak perlu panik membeli dalam jumlah besar karena ketersediaan kebutuhan pokok insya Allah aman menjelang hingga setelah lebaran,” jelasnya.
Ke depan, program gerakan pangan murah juga direncanakan kembali digelar setelah lebaran dengan menyasar wilayah kecamatan. Program tersebut sekaligus menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah yang biasanya meningkat pada momentum hari raya.
Pemko Padang juga terus berkoordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah serta instansi terkait untuk memantau kondisi pasar dan memastikan stabilitas pasokan bahan pangan.
“Jika diperlukan dan permintaan masyarakat meningkat, kegiatan pangan murah ini juga akan kita perbanyak,” tutup Juni. (yud)
Editor : Adetio Purtama