Tradisi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa dengan berbagai aktivitas terlihat ramai di kawasan yang berada di Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat tersebut.
Masyarakat memanfaatkan area stadion dan ruas jalan di sekitarnya untuk berolahraga, berjalan santai, hingga berburu takjil yang dijajakan pedagang kuliner di sepanjang kawasan itu.
Salah satu pengunjung, Ramadona (40), datang bersama suami dan anak-anaknya dari kawasan Lubuk Buaya untuk mencari berbagai makanan berbuka puasa.
Ia mengatakan keluarganya sengaja datang ke GOR Agus Salim karena banyak pilihan makanan dan minuman yang dijual pedagang di kawasan tersebut.
“Kami kesini mencari takjil karena banyak jajanannya dan anak-anak pun cukup antusias melihat banyaknya variasi makanan dan minuman yang ada di sini. Tadi kita beli es sama mie, sekarang masih mau lihat-lihat lagi karena baru datang juga,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ramadona menyebutkan takjil yang dibeli biasanya akan dibawa ke masjid untuk disantap sebelum melaksanakan salat Maghrib.
Menurutnya, kawasan GOR Agus Salim menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka puasa, meskipun kondisi lalu lintas di sekitarnya terkadang cukup padat.
Ia menilai kepadatan kendaraan dan parkir yang bercampur antara mobil dan sepeda motor membuat pergerakan pejalan kaki dan kendaraan terasa kurang aman.
“Cuma ya itu sih untuk keamanannya untuk berjalan kaki dan berkendara sedikit kurang karena parkir juga campur aduk semua. Ada kendaraan lalu lalang, ada pejalan kaki, ada motor dan mobil yang juga parkir apalagi jalannya dua arah lagi kan,” katanya.
Pengunjung lainnya, Nadila Khaira (24), juga datang bersama teman-temannya dari kawasan Siteba untuk berburu takjil di sekitar stadion.
Ia menyebutkan sejumlah makanan seperti pisang coklat, pecel ayam, dan gorengan menjadi pilihan untuk menu berbuka puasa.
Setelah membeli takjil, Nadila dan teman-temannya biasanya menuju Masjid Al-Hakim di Jalan Samudera, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, untuk menikmati suasana matahari terbenam sebelum berbuka dan melaksanakan salat Maghrib.
“Disini ngabuburit pergi beli takjil. Tadi beli pisang coklat, pecel ayam, dan gorengan juga. Tapi nanti disantapnya itu biasanya di dekat Al-Hakim. Selama ramadhan cukup sering lah ya buat jajan takjil disini karena kulinernya cukup bagus dan enak-enak,” ujarnya.
Selain berburu takjil, sebagian warga juga memanfaatkan fasilitas olahraga di stadion untuk beraktivitas fisik sebelum waktu berbuka.
Muhammad Fathur (23) memilih menghabiskan waktu ngabuburit dengan jogging dan berjalan santai di trek lari stadion bersama teman-temannya.
Ia mengatakan kawasan tersebut menarik karena masyarakat dapat berolahraga sekaligus mencari makanan berbuka puasa di lokasi yang sama.
“Disini jogging sama lari santai sama teman karena diajak. Rencananya mau olahraga sampai sekitar jam setengah enam sore, lalu istirahat dan keliling cari takjil untuk berbuka puasa,” katanya.
Namun menurut Fathur, kondisi lalu lintas di sekitar kawasan stadion sering kali padat menjelang waktu berbuka puasa.
Ia menilai kepadatan tersebut dipicu oleh kendaraan yang berhenti di tepi jalan karena pengunjung membeli makanan di gerai kuliner yang berjajar di sekitar stadion.(*)
Editor : Hendra Efison