Pasar pabukoan yang berada di Jalan Samudera, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang itu semakin ramai sejak digelarnya Ramadhan Halal Fest yang menghadirkan berbagai booth makanan, minuman, hingga produk aksesoris dan layanan perbankan.
Selain banyaknya pilihan kuliner, lokasi pasar pabukoan yang berada di kawasan masjid serta dekat dengan pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Masyarakat dapat menikmati suasana menjelang berbuka dengan pemandangan matahari terbenam, kemudian langsung melaksanakan ibadah di masjid setelah berbuka puasa.
Tak hanya itu, sejumlah hiburan religi seperti penampilan hadroh juga turut memeriahkan suasana ngabuburit di lokasi tersebut.
Salah seorang pengunjung, Aulya Ramadani (22), mengaku cukup sering datang ke pasar pabukoan tersebut untuk mencari takjil berbuka puasa.
Warga Indarung itu menilai keberadaan pasar pabukoan memberikan lebih banyak pilihan menu dibandingkan mencari makanan di sepanjang jalan.
“Lumayan sering ke sini karena pilihan takjilnya lebih banyak. Kalau di jalan biasanya cuma ada satu atau dua menu, sedangkan di sini banyak sekali opsi makanan,” ujarnya saat ditemui Minggu sore (8/3/2026).
Menurutnya, harga makanan dan minuman yang dijual di lokasi tersebut juga cukup sesuai dengan porsi dan kualitas rasa yang ditawarkan. Selain itu, pengunjung juga tidak dikenakan biaya parkir di area masjid.
Meski demikian, ia berharap pada Ramadan mendatang lebih banyak lagi kuliner tradisional yang hadir di pasar pabukoan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Hendra Wahyudi (47), warga Pariaman yang datang bersama keluarganya untuk ngabuburit sekaligus berbuka puasa di lokasi tersebut.
Ia mengetahui keberadaan pasar pabukoan tersebut dari media sosial dan tertarik untuk melihat langsung suasananya. Menurutnya, lokasi yang dekat dengan masjid membuat pengunjung lebih mudah melaksanakan ibadah setelah berbuka puasa.
“Ini sangat bagus untuk UMKM dan masyarakat. Makanannya beragam, tempatnya juga nyaman karena dekat pantai dan masjid sehingga setelah berbuka bisa langsung salat,” katanya.
Ia menilai pasar pabukoan tersebut cukup representatif sebagai tempat berbuka bersama keluarga, terutama bagi pengunjung yang membawa anak-anak.
Meski demikian, Hendra menyarankan agar pengelola menambah fasilitas meja dan kursi agar pengunjung bisa lebih nyaman saat berbuka puasa.
Sementara itu, Ramanda Dira (22), mahasiswi koas kedokteran gigi di Universitas Baiturrahmah, juga turut mengunjungi pasar pabukoan tersebut.
Menurutnya, harga makanan dan minuman yang dijual di lokasi itu masih cukup terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Ia menilai popularitas pasar pabukoan tersebut juga menjadi salah satu alasan banyak pengunjung datang ke lokasi tersebut.
“Tempatnya cukup terkenal jadi ramai pengunjung. Selain cari takjil, kami juga sekalian mencari calon pasien yang punya masalah gigi karena sedang menjalani koas,” ujarnya.
Ramanda juga menyarankan agar pengelola menambah jumlah tempat sampah di beberapa titik agar pengunjung lebih mudah menjaga kebersihan kawasan pasar pabukoan.
Secara keseluruhan, keberadaan Pasar Pabukoan di Masjid Al-Hakim dinilai memberikan alternatif tempat ngabuburit yang nyaman sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk kuliner selama Ramadan. (cr4)
Editor : Adetio Purtama