Apel tersebut dipimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sebagai persiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur Forkopimda, di antaranya TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perhubungan, Kejaksaan Tinggi, Satpol PP, BPBD, serta instansi terkait lainnya.
Dari pantauan di lokasi, Lapangan Imam Bonjol dipenuhi personel dari berbagai instansi yang mengikuti apel, dengan deretan kendaraan operasional yang turut disiagakan di belakang barisan peserta.
Ribuan Personel Diterjunkan
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan Operasi Ketupat 2026 melibatkan total 2.285 personel kepolisian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 286 personel berasal dari Polda Sumbar dan 1.999 personel dari jajaran Polres di wilayah Sumatera Barat.
Selain itu, pengamanan juga didukung oleh 1.851 personel gabungan dari TNI dan instansi terkait lainnya.
“Jadi kita ada tiga pos, yaitu pos terpadu, pos pengamanan, kemudian pos pelayanan. Total ada 81 pos: tiga pos terpadu, kemudian 37 pos pelayanan, dan 41 pos pengamanan,” ujar Gatot Tri Suryanta.
Menurutnya, fokus pengamanan dalam operasi ini mencakup potensi kemacetan, kerawanan kecelakaan lalu lintas, serta potensi tindak kejahatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Perhatian Khusus pada Jalur Rawan
Kapolda menyebutkan sejumlah jalur yang masih dalam tahap pemulihan turut menjadi perhatian dalam pengamanan, termasuk ruas jalan di kawasan Lembah Anai.
Seluruh pihak terkait akan berkoordinasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar pelaksanaan Idul Fitri berjalan aman dan lancar.
Menanggapi pertanyaan awak media terkait kondisi jalur Malalak, Gatot menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara dinamis sesuai kondisi di lapangan.
“Semua kita optimalkan nanti dan kita evaluasi setiap saat tergantung dari jumlah atau fluktuasi penggunaan lalu lintas. Walaupun sudah ada prediksi hari dan jamnya, tetap akan kita evaluasi sehingga bisa dilakukan sistem buka tutup,” jelasnya.
Jalan Terdampak Bencana Sudah Normal
Terkait sejumlah jalur yang sebelumnya terdampak bencana, Kapolda menjelaskan bahwa secara umum kondisi jalan saat ini sudah kembali normal.
Saat ini, sebagian besar wilayah telah memasuki tahap pemulihan sehingga hanya memerlukan pengaturan teknis di lapangan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Selain itu, kepolisian juga telah melakukan evaluasi terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian selama libur Lebaran.
Titik-titik tersebut akan menjadi fokus pengamanan oleh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026.
Polisi Sediakan Hotline Pengamanan Rumah
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memanfaatkan layanan kepolisian.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghubungi hotline 110 untuk melaporkan kondisi darurat maupun meminta bantuan pengamanan rumah yang ditinggalkan selama mudik.
“Silakan hubungi hotline 110. Bagi yang mudik, rumah bisa dititipkan ke kantor polisi terdekat. Kami akan membantu melakukan pengamanan,” katanya.
Dukungan TNI dan Pemprov Sumbar
Operasi Ketupat 2026 juga mendapat dukungan dari unsur TNI yang menyiapkan berbagai elemen seperti Satkowil, Babinsa, Intel, Satpor, hingga YonTP.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengeluarkan surat edaran agar seluruh masjid yang berada di jalur arus mudik dan arus balik tetap dibuka.
Kebijakan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk beribadah maupun beristirahat selama perjalanan mudik Lebaran.(*)
Editor : Hendra Efison