Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan jalur dua arah di depan Plaza Andalas serta rencana operasional Bus Trans Padang.
Fadly Amran menyampaikan bahwa wacana pembukaan jalur dua arah di Jalan Pemuda telah lama direncanakan Pemerintah Kota Padang. Rencana tersebut juga sudah masuk dalam rancangan APBD Kota Padang Tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp7 miliar.
“Pada 2025 lalu, dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) kita dipotong, sehingga anggaran untuk perbaikan jalan ini terpaksa dihapus. Alhamdulillah, TKD kita sekarang sudah kembali, namun juknis penggunaan TKD belum keluar. Jika memungkinkan digunakan untuk perbaikan jalan, maka pada perubahan anggaran Agustus nanti kita kerjakan,” ujar Fadly Amran.
Terkait operasional Bus Trans Padang, ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang untuk merealisasikannya.
Fadly juga meminta dukungan Plaza Andalas terkait pembangunan halte, serta meminta pengelola menata parkir liar yang selama ini berada di depan pusat perbelanjaan tersebut.
“Pembukaan jalur dua arah ini merupakan bagian dari penataan kawasan Pasar Raya Padang dan termasuk dalam program unggulan. Kami berharap kawasan pasar ini dapat tertata lebih rapi sehingga masyarakat maupun wisatawan yang menginap di hotel sekitar Pasar Raya dapat berjalan dengan nyaman,” katanya.
Perwakilan Pedagang Plaza Andalas, Imam Bukhari, menyampaikan bahwa Wali Kota Padang mendukung beberapa usulan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pada tahap awal, direncanakan pembangunan satu halte Trans Padang di depan Plaza Andalas. Sementara pembukaan jalur dua arah ditargetkan dapat direalisasikan sekitar Agustus, menunggu terbitnya juknis penggunaan TKD.
“Kalau jalur dua arah kembali dibuka, tentu akan berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi toko-toko di sepanjang Jalan Pemuda. Pengunjung dari arah Pasar Raya bisa langsung melintas dan masuk ke Plaza Andalas, sehingga diharapkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan juga meningkat,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto